Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Pastor: Pendidikan Karakter Sangat Penting

17 April 2016
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Pastor: Pendidikan Karakter Sangat Penting

Pater Hubert Muda SVD. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Pendidikan karakter sangatlah penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia, terutama untuk menangkal dampak negatif yang menyebabkan lahirnya lubang-lubang hitam kebudayaan, demikian kata Pater Hubert Muda SVD, seorang dosen dalam sebuah seminar di Ruteng, Kabupaten Manggarai –  Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pater Hubert juga mengaitkan pendidikan karakter dengan semboyan revolusi mental Presiden Joko Widodo.

“Berkaitan dengan pendidikan, revolusi mental harus dibaca secara tekstual dan dihayati secara kontekstual,” tegasnya seperti dilansir Floresa.co, Minggu, 17 April 2016.

“Untuk konteks sekarang, revolusi mental berhadapan dengan lubang-lubang hitam kebudayaan, merumuskan pendidikan sebagai proses pembudayaan kembali manusia Indonesia,” lanjut Pastor Huber.

Imam Serikat Sabda Allah (SVD) itu menegaskan hal ini saat menjadi pembicara tunggal dalam seminar di Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) St Sirilus, Ruteng pada Sabtu, 16 April.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Seminar dengan tema “Pendidikan Karakter versus Lubang-Lubang Hitam Kebudayaan” itu dihadiri para alumni, mahasiswa serta para dosen Stipas, antara lain Romo Hironimus Bandur Pr, Romo Emanuel Haru Pr, Romo Vinsensius Nase Pr, Romo Yulius R. Effendi Pr dan Romo Inosentius Mansur Pr.

Seminar itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pesta pelindung, paskah bersama dan temu alumni Stipas, yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dari Kamis hingga Sabtu, 14-16 April.  Acara itu juga ditandai dengan pembentukan badan pengurus alumni dengan nama Persaudaraan Alumni Stipas (Pelita).

Ketua Stipas, Romo Alfons menegaskan, pendidikan karakter sebenarnya telah ada dalam visi dan misi kampus itu, yaitu beriman, bermoral, berpengetahuan dan berketerampilan.

“Karena itu, kita diharapkan agar menjabarkanya secara baik dan benar,” katanya.

“Kita mesti selalu merujuk pada visi dan misi kampus Stipas karena di situ sesungguhnya pendidikan karakter ditekankan. Agar mencapai itu semua, maka dibutuhkan kerja keras,” lanjut Romo Alfons, yang juga Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng.

Sementara itu Romo Ino Mansur, salah satu dosen mengatakan kiranya tepat untuk berbicara tentang pendidikan karakter dalam kaitannya dengan lubang-lubang hitam kebudayaan.

“Alasannya, ruang sosial kita telah diporak-porandakan oleh berbagai bentuk distorsi. Pendidikan diharapkan menjadi sarana yang mengembalikan harkat dan martabat ruang sosial itu. Maka mutlak diperlukan pendidikan yang berkarakter,” katanya.

Katoliknews

Tags: Pastor Hubert Muda SVDStipas Ruteng
SendShare47Tweet28Send
Next Post
Warga Manggarai di Jakarta Rayakan Paskah Bersama dalam Balutan Budaya

Warga Manggarai di Jakarta Rayakan Paskah Bersama dalam Balutan Budaya

Romo Rantinus: Imam yang Diusung Jadi Calon Bupati

Romo Rantinus: Imam yang Diusung Jadi Calon Bupati

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net