Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Polemik Hukuman Mati antara Gereja Katolik dan Presiden Baru Filipina

23 Mei 2016
in Dunia, Headline
Reading Time: 1 min read
Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Katoliknews.com – Hukuman mati menjadi polemik antara gereja Katolik dan Presiden Filipina yang baru terpilih, Rodrigo Duterte.

Pertentangan itu bermula sejak Duterte yang terpilih dalam pemilu 9 Mei lalu, berniat meminta Kongres untuk memberlakukan kembali hukuman mati yang sudah dihapus tahun 2006 lalu.

Hukuman itu rencanannya khusus diberlakukan untuk kasus seperti peredaran narkoba, pemerkosaan, pembunuhan, perampokan dan penculikan untuk mendapat tebusan, dan lainnya.

Sebagaimana dilansir Kantor berita AFP, pada Selasa 17 Mei, pihak gereja menolak pemberlakuan hukuman tersebut untuk terpidana kasus apapun.

“Sebagai orang beriman, kami tidak mengikut ke hukuman mati karena kita tidak berhak menghakimi siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati,” kata Lito Jopson, kepala kantor komunikasi keuskupan Filipina.

Baca Juga

Trump Menolak Berdamai dengan Paus Leo XIV: Gedung Putih dan Vatikan Memanas

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Ia juga mengatakan bahwa kemenangan Duterte, tidak bakal mengubah pandangan para Uskup terkait hukuman mati.

“Itu bukan didasarkan pada popularitas… namun lebih ke prinsip-prinsip moral seutuhnya dari keyakinan Katolik dan keyakinan itu menuntut kita menghormati martabat semua orang,”lanjut Jopson.

Selain gereja katolik, penolakan terhadap hukuman juga muncul dari Komisi Hak-hak Asasi Manusia, badan pemerintah independen yang tak bisa dihapuskan oleh Duterte, dan yang anggota-anggotanya saat ini tak bisa diganti Duterte.

“Kami akan melakukan semampu kami untuk melobi melawan penerapan kembali hukuman mati,” tegas Banuar Falcon, kepala divisi internasional Komisi HAM tersebut.

Kekuatan gereja Katolik di Filipina memang tidak serta merta diabaikan begitu saja, mengingat 80 persen penduduknya didominasi oleh umat katolik.

Roby Sukur/Katoliknews

Tags: Filipina dan hukuman matigereja katolik filipinapresiden filipina dan gereja katolik
SendShare37Tweet6Send
Next Post
Tekad PMKRI: Lawan Radikalisme, Cinta Ekologi

PMKRI Rayakan Hari Jadi ke-69

Berbagi Pendapat

Berbagi Pendapat

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net