Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Berbagi Pendapat

24 Mei 2016
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Berbagi Pendapat

Ilustrasi

Oleh: Markus Marlon MSC

“Frangas  non flectes – engkau dapat menindasku, tetapi tidak untuk mengubah pendirianku, keyakinanku.

Pernah suatu kali saya menginap di sebuah keluarga di bilangan kota Samarinda (Kalimantan Timur). Istri mau mengobrol, suami diam saja. Istri ingin menghadiri pesta di rumah keponakan, suami sebal pada keponakan itu. Suaminya juga tidak suka pada abang dari istrinya.

Di pihak lain, istri membenci teman-teman kantor suaminya. Akibatnya, hubungan mereka menjadi tegang.

Untuk mencegah pertengkaran,  suami  membisu dan istri memendam. Kedua orang itu melakukan supresi yaitu menekan apa yang hendak diungkapkan.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Suami istri itu takut untuk mengemukakan pendapatnya. Sebenarnya, pendapat seseorang itu bagi yang lain merupakan kontribusi yang tak terkira manfaatnya.

Tidak gampang menyatukan pendapat atau opini. Masing-masing orang bersikeras bahwa pendapatnya itulah yang paling baik dan sempurna. Kadang orang tidak mau menerima second opinion.

Sebenarnya kita harus ingat bahwa setiap pemain profesional itu memiliki pelatih.

Kisah pegolf Tiger Woods memberikan pelajaran untuk kita. Woods memiliki pelatih yang jika bertanding dengan dirinya, tentu pelatihnya akan kalah.

Tetapi, yang perlu diingat bahwa sang pelatih bisa mengetahui yang tidak dilihat oleh pegolf dunia ini. Pemain profesional itu mau menerima pendapat dari orang lain.

Dalam hidup ini, kita sebenarnya saling melengkapi. Ibaratnya, “saling mengisi kekosongan”.

Ada film bagus dengan judul, “Rocky”. Tatkala dalam film itu, Sylvester Stallone mengisahkan tentang tunangannya Adrian, dia berkata, “Saya punya cela, dia punya cela, jadi bersama-sama kami tidak punya cela”.

Kitab Amsal menulis, “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Ams 27: 17).

Memang benar bahwa barang yang tidak dipakai itu lama-lama akan aus, demikian pula dengan pengetahuan yang dimiliki seseorang.

Pikiran akan menjadi aus jika tidak pernah diasah dengan cara diskusi, berdebat dan adu pendapat.  Menurut Pepatah Latin, “Ingenium longa robigine laesum torpet” – Pikiran menjadi tumpul karena tidak pernah dipakai.

Di lain pihak, kita harus sadar bahwa dengan “masuk dalam ranah” saling adu pendapat, kita harus ikhlas untuk lelah, “lelah pikiran”.

Lelah, karena masing-masing orang tidak pernah mau mengalah dengan apa yang menjadi pendapatnya, “Quot capito, tot sensus” – sebanyak kepala sebanyak pula pikirannya.

Tags: pendapat
SendShare73Tweet42Send
Next Post
Kesalehan Ekologis dan Laudato Si

Kesalehan Ekologis dan Laudato Si

Pastor Paschalis, Pr

Seorang Pastor Menyelamatkan Gadis Katolik Korban Pelecehan

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net