Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Antaragama

Survei: Indonesia Rawan Radikalisme

2 Agustus 2016
in Antaragama, Nusantara
Reading Time: 1 min read
Survei: Indonesia Rawan Radikalisme

Yenny Wahid. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Survei yang dilakukan Wahid Foundation dan Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia masih rawan dengan intoleransi dan radikalisme.

Menurut survei itu dengan 1.520 orang responden, 7,7 persen berpotensi melakukan tindakan radikal dan 0,4 persennya mengaku sudah pernah terlibat, seperti menyerang rumah ibadah pemeluk agama lain atau melakukan sweeping tempat yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Responden survei ini adalah umat Muslim usia 17 tahun atau sudah menikah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation mengatakan, hasil survei ini mencemaskan.

Pasalnya, dengan jumlah 150 juta umat Islam Indonesia, maka terdapat sekitar 11 juta umat Islam yang berpotensi radikal.

Baca Juga

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Jelang Kunjungan Paus, Tokoh-Tokoh Agama Deklarasi Komitmen untuk Peduli Persoalan Lingkungan

“Itu sama dengan jumlah umat Islam di Jakarta dan Bali,” tutur Yenny saat peluncuran hasil survei itu di Bogor, pada Senin, 1 Agustus 2016.

Apalagi, kata dia, dari total responden, sebanyak 59,9 persen memiliki kelompok yang dibenci, yakni mereka yang beragama nonmuslim, kelompok Tionghoa, hingga kaum komunis.

Kemudian, dari jumlah 59,9 persen itu, kata Yenny, sebanyak 92,2 persen tak setuju bila anggota kelompok yang mereka benci menjadi pejabat pemerintah.

Lalu sebanyak 82,4 persen tak rela anggota kelompok yang dibenci itu menjadi tetangga mereka.

Meski demikian, masih ada fakta menggembirakan, di mana 67,3 persen responden mendukung pemberlakuan sistem demokrasi  dan 82,3 persen menyatakan dukungannya kepada Pancasila dan UUD 1945.

“Itu artinya kita tetap memiliki peluang untuk mempertahankan dan terus menyebarkan toleransi kepada umat Islam Indonesia,” ujarnya.

Yenny menyimpulkan, selain ideologi, penyebab terjadinya intoleransi dan radikalisme di tubuh umat Islam Indonesia adalah faktor ekonomi dan sosial.

Survei ini digelar sejak 30 Maret hingga 9 April 2016. Pengumpulan datanya menggunakan metode random sampling dengan margin error sebesar 2,6 persen dan tingkat keyakinan 95 persen.

Roby Sukur/katoliknews

Tags: intoleransiradikalismeWahid FoundationYenny Wahid
SendShare22Tweet9Send
Next Post
WYD 2019 Akan Digelar di Panama

WYD 2019 Akan Digelar di Panama

Dua Uskup di NTT Jadi Anggota Sebuah Koperasi

Dua Uskup di NTT Jadi Anggota Sebuah Koperasi

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net