Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Komisi Seminari KWI Gelar Lokakarya dengan Pembina TOR

19 Agustus 2016
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Komisi Seminari KWI Gelar Lokakarya dengan Pembina TOR

Para pimpinan TOR, peserta lokakarya. (Foto: Redem Kono)

Katoliknews.com – Komisi Seminari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar lokakarya untuk para pembina atau pimpinan Tahun Orientasi Rohani (TOR) se-Indonesia.

Lokarya yang digelar di Rantepao – Toraja Utara, Sulawesi Selatan itu pada 8-13 Agustus membahas tentang pentingnya keluarga bagi panggilan para calon imam.

Romo Nathan Runtung, Pastor Kevikepan Toraja membuka secara resmi rangkaian acara dengan Perayaan Ekaristi, yang dihadiri oleh ratusan pelajar dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah atas di Rantepao.

Romo Siprianus Hormat Pr, Sekretaris Komisi Seminari KWI mengatakan, lokakarya ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, belajar dan merumuskan pemahaman bersama tentang makna menjadi sahabat bagi para calon imam.

“TOR harus menjadi kesempatan para calon imam Keuskupan untuk mengembangkan diri dan panggilan,” katanya.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

“Dan, keluarga (mereka) menjadi peletak dasar yang kokoh bagi perkembangan panggilan imam Katolik,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya imam bagi Gereja.  “Karena itu, semoga para siswa  dari Tanah Toraja dapat memberikan diri atau mendukung penyebaran panggilan imam. Keluarga-keluarga Katolik dapat berpartisipasi untuk mendukung pendidikan dan pembinaan calon imam,” ungkapnya.

Dalam lokakarya ini, Komisi Seminari juga mengundang Catherine Martosudarmo, pakar terapis keluarga untuk menyajikan materi kepada peserta.

Ia meminta para formator untuk dapat memahami semangat cura personalis atau menjadi kawan seperjalanan bagi para calon imam.

“Para formator perlu memahami  para calon imam dengan mengenal kelurganya. Para formator perlu mempraktikkan pengenalan keluarga dengan metode genogram sebagai alat bantu pendampingan para calon imam,” katanya.

“Namun, para formator juga diharapkan dapat mengenal keluarga masing-masing untuk perkembangan perutusan panggilan mereka di TOR,” lanjut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya Jakarta ini.

Setelah mendengar masukan dari narasumber, para peserta diajak untuk  mendalami keluarga masing-masing dengan metode genogram, di mana mereka kemudian mengetahui pola-pola relasi dengan keluarga dan kaitannya dengan perkembangan kepribadian mereka.

Para peserta dapat menyerap nilai-nilai positif dari relasi mereka dalam keluarga dan memutus pola-pola konflik. Dengan demikian, para peserta dapat menyusun narasi baru atau kisah baru yang sesuai dengan perkembangan kepribadian mereka.

Pada bagian akhir dari tahap ini, para peserta diajak untuk menganjurkan kesepakatan-kesepakatan penting baik itu untuk diri mereka sendiri, untuk para uskup di masing-masing regio maupun untuk Komisi Seminari.

Redem Kono/Katoliknews

Tags: Komisi Seminari KWIpendidikan calon imamRomo Siprianus Hormat Pr
SendShare40Tweet22Send
Next Post
Menakar Konflik Pertambangan

Menakar Konflik Pertambangan

Rapat Kerja Keluarga Fransiskan Bahas Khusus Tentang Korupsi

Rapat Kerja Keluarga Fransiskan Bahas Khusus Tentang Korupsi

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net