Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Uskup Filipina Dukung Langkah Presiden Duterte Berantas Kelompok Abu Sayyaf

30 Agustus 2016
in Dunia
Reading Time: 1 min read
Uskup Filipina Dukung Langkah Presiden Duterte Berantas Kelompok Abu Sayyaf

Pria diduga menjadi pemimpin kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina (kiri). Foto ini diambil oleh polisi Filipina beberapa waktu lalu. (Foto: CBC news)

Katoliknews.com – Mgr Martin Jumoad, Uskup Basilan di Filipina mendukung kebijakan Presiden Rodrigo Roa Duterte yang mengirim ribuan militer ke Basilan, Filipina Selatan, untuk memberantas kelompok Abu Sayyaf.

Seperti dilansir situs Inquirer, Selasa, 30 Agustus 2016, Martin menyesalkan tindakan pemenggalan kepala Patrick Almodovar (18) oleh kelompok militan tersebut.

“Saya marah dan mengutuk mereka (Abu Sayyaf) yang memenggal kepala Patrick pekan lalu. Ia dipenggal hanya karena keluarganya tidak mampu memberikan uang tebusan sebesar 1 juta peso (sekitar Rp280 juta),” ungkapnya.

Martin juga mendukung militer Filipina yang harus agresif mengejar pelaku yang di cap sebagai “teroris.”

Kendati demikian, ia memahami perlunya pertumpahan darah sebagai alat untuk pertahanan diri dalam memberangus Abu Sayyaf, di mana kelompok yang mendiami Filipina Selatan itu menolak untuk menyerahkan diri dan justru melakukan kekerasan.

Baca Juga

Kardinal Müller dan Schönborn: Penahbisan Perempuan dalam Gereja Katolik itu Mustahil

Paus Fransiskus Buka Jalan Beri Gelar Santo bagi Beato Carlo Acutis

Gereja Katolik dan Gereja Baptis Jadi Sasaran Serangan Udara Militer Myanmar di Negara Bagian Chin

Pemilu AS: Joe Biden yang Katolik Tidak Disukai Mayoritas Pemilih Katolik

“Aksi terorisme di sini (Filipina) menjadi masalah besar sejak tahun 1990. Saya berharap militer mengikuti perintah Presiden Duterte untuk membunuh dan menghancurkan kelompok bandit,” kata Martin.

Saat ini, militer Filipina terus menggencarkan serangan ke Basilan, Filipina Selatan, untuk mengejar kelompok ekstremis yang telah berdiri sejak 1991 silam.

Sejak September 2015, Kjartan Sekkingstad ditahan bersama dua warga negara Kanada, John Ridsdel dan Robert Hall, yang tewas dipenggal. Sementara perempuan Filipina yang juga kekasih Ridsdel, Marites Flor, sudah dibebaskan.

Edy/Vivanews/Katoliknews

Tags: Filipinateroris
SendShare31Tweet13Send
Next Post
Gereja Katolik di Flores Berperan Penting Atasi Rabies

Gereja Katolik di Flores Berperan Penting Atasi Rabies

Pesta Nama Pelindung,  Umat Bernardus Kalitengah Kunjungi Panti Asuhan

Pesta Nama Pelindung,  Umat Bernardus Kalitengah Kunjungi Panti Asuhan

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net