Katoliknews.com – Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus B Sinaga OFMCap pada Senin, 5 September 2016 menyambut hangat orangtua dari pelaku bom di Gereja Katolik St Yosef, Medan, Sumatera Utara.
Ayah dan ibu dari pelaku itu datang untuk meminta maaf atas tindakan anak mereka.
Menyikapi hal itu, Mgr Sinaga mengajak orang tua pelaku untuk membina anak agar menjadi lebih baik lagi.
Pertemuan ini difasilitasi oleh A. Dewanto Handoko pengacara dari HL. Law Firm, yang juga Pengurus Forum Masyarakat Katholik Indonesia (FMKI) Sumatera Utara.
Sebelumnya pada Kamis, 1 September, orangtua pelaku meminta maaf pada Pastor Albert S Pandiangan, yang menjadi korban dalam kejadian pada 28 Agustus lalu itu.
“Kami dari keluarga tidak tahu masalah ini dan tidak berniat menimbulkan keguncangan antaragama. Dalam kesempatan ini, saya dan istri selaku orangtua pelaku meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga Medan khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya,” kata ayah pelaku saat itu.
Menurutnya, tidak ada sedikit pun anggota keluarganya ingin melukai hati umat Katolik. Ia berulangkali meminta maaf sedalam-dalamnya atas perbuatan anaknya yang tak pernah ia duga sebelumnya.
“Kepada Pastor Albert, saya juga memohon maaf atas tindakan anak saya. Saya juga memohon keuskupan di Medan memafkan kami,” katanya.
“Keluarga saya dan istri juga ada yang kristiani. Jadi sekali lagi, tidak ada niat kami menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat,” imbuh ayah pelaku.
Sementara itu, Pastor Albert S Pandiangan mengaku memaafkan tindakan pelaku dan berharap ia bertobat dan menyesali perbuatannya.
“Saya maafkan asal dia bertobat. Saya biasa saja, tidak dendam, dan tidak trauma,” kata Pastor Albert saat ditemui di Sekretariat Paroki, Jalan Hayam Wuruk, Medan, Sumatera Utara, Senin, 29 Agustus.
*Sesuai rekomendasi Dewan Pers, berita ini telah dikoreksi pada Senin, 26 Juni 2023
dengan mempertimbangkan kewajiban perlindungan
terhadap anak.”
Edy/Katoliknews



Discussion about this post