Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

GP Ansor: Kalau Menolak “Bhinneka Tunggal Ika,” Jangan Tinggal di Indonesia

28 Oktober 2016
in Headline, Nusantara, Pilihan Editor
Reading Time: 1 min read
GP Ansor: Kalau Menolak “Bhinneka Tunggal Ika,” Jangan Tinggal di Indonesia

Pembicara dalam sarasehan Multikultural Asia di Paroki Klaten, Senin 24 Oktober 2016. (Foto: Laurentius Sukamta)

Katoliknews.com – Gus Marjuki, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Klaten mengingatkan pentingnya menghargai keberagaman, baik terkait suku, budaya maupun agama.

Ia mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam sarasehan bertajuk “Multikultural Asia” yang digelar Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Assumpta, Klaten pada  Senin malam, 24 Oktober 2016.

“Kita bersyukur kepada nenek moyang kita sudah meletakkan dasar Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa,” ujar Marjuki.

Karena itu, kata dia, kalau ada orang indonesia yang menolak atau tidak sepakat dengan Bhinneka Tunggal Ika, lebih baik keluar dari Indonesia.

“Jangan hidup di Indonesia,” tandasnya.

Baca Juga

Obituari Pater Nico Syukur Dister OFM: Guru Fransiskan, Cahaya yang Tetap Menuntun dari Fajar Timur

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

Pernyataan demikian ia sampaikan usai menyaksikan film “Yerusalem” yang diputar dalam acara sarasehan multikural itu di mana diceritakan tentang kehidupan agama-agama dan umat di Yerusalem yang rukun dan damai.

Ia memuji hal itu, apalagi di Yerusalem, kata dia, terdapat situs dari tiga agama yang sangat dijunjung tinggi, yakni Masjid Al Aqsa (Muslim), Gereja dan makam Yesus (Kristus) serta Tembok Ratapan (Yahudi).

Sementara itu, Pendeta Hery Windarto dari Gereja Kristen Jawa Gantiwarno, yang juga hadir sebagai narasumber dalam sarasehan itu mengatakan, pada dasarnya, ketika keyakinan atau agama dikaitkan dengan multikultur, tidak ada masalah.

“Tetapi kalau itu dikaitkan dengan kepentingan ekonomi dan politik bisa jadi masalah, karena agama bisa menjadi produk yang sensitif dan murah,” terangnya.

Theodorus Krisna Aditama, panitia acara menyatakan, sarasehan itu merupakan rangkaian kegiatan Kirab Salib Asian Youth Day (AYD) 2017 yang diadakan di Paroki Klaten pada tanggal 21-28 Oktober 2016.

“Sarasehan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada OMK bahwa di luar Gereja juga ada “perbedaan” yang harus dihormati dan dihayati, sehingga kita bisa hidup bersama secara harmonis dan rukun dengan agama atau umat lain,” katanya.

Laurentius Sukamta/Katoliknews

Tags: Bhinneka Tunggal IkaGP AnsorMultikural Asia
SendShare78Tweet9Send
Next Post
Kirab Salib AYD Disambut Meriah di Paroki Klaten

Kirab Salib AYD Disambut Meriah di Paroki Klaten

OMK Mesti Adaptif dengan Perkembangan IT

OMK Mesti Adaptif dengan Perkembangan IT

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net