Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Antaragama

Aktivis eLSA: Kasus Intoleransi di Jawa Tengah Semakin Meningkat

2 Januari 2017
in Antaragama, Headline
Reading Time: 1 min read
Aktivis eLSA: Kasus Intoleransi di Jawa Tengah Semakin Meningkat

Anggota FPI saat hendak melakukan sweeping topi sinterklas di Sragen, Jawa Tengah (Foto: ist)

Katoliknews.com – Tedi Kholiluddin, seorang aktivis Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) mengungkapkan bahwa beberapa tahun terakhir ini kasus intoleransi di Jawa Tengah Semakin meningkat.

Saat diwawancarai TEMPO di Semarang pada Senin, 2 Januari 2016, ia mengatakan bahwa pada tahun 2012 eLSA menemukan 17 kasus, tahun 2013 ada 6 kasus, tahun 2014 ada 10 kasus, tahun 2015 sebanyak 14 kasus, dan yang terakhir tahun 2016 ada 20 kasus.

Tedi mengatakan kasus intoleransi selama 2016 antara lain berupa polemik pembangunan rumah ibadah, adanya upaya paksa atau tekanan kelompok tertentu untuk menghentikan acara keagamaan, penolakan penceramah yang dianggap kerap menyebarkan kebencian dan lain-lain.

“Dari tahun ke tahun selalu ada pengulangan motif dan pola kasus-kasus intoleransi,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak kasus intoleransi agama yang terus ada karena belum terselesaikan hingga sekarang. Misalnya, polemik pembangunan Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Dermolo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang sudah lama terjadi tapi hingga kini tak kunjung ada penyelesaian.

Baca Juga

Trump Menolak Berdamai dengan Paus Leo XIV: Gedung Putih dan Vatikan Memanas

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Selain itu, lanjut Tedi, ada penolakan acara buka puasa bersama Sinta Nuriyah, istri almarhum Abdurrahman Wahid/Gus Dur di Gereja Paroki Kristus Raja Ungaran, pencurian alat ibadah di Gereja Kleco Kartasura, kasus perusakan patung Bunda Maria di Klaten, penolakan acara perayaan Asyura Syiah di Semarang, sweeping topi Sinterklas oleh ormas FPI di Sragen, hingga aksi sweeping yang disertai penganiayaan oleh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) di restoran Solo Kichten.

Sementara itu Subhan, koordinator Gusdurian (Pengikut Gus Dur) Semarang menyatakan akhir-akhir ini semboyan Bhineka Tunggal Ika memang sudah mendapatkan ujian.

“Persatuan dalam keberagamaan tidak lagi membumi, sehingga, baik state actor (negara) maupun kelompok masyarakat tertentu kerap kali melakukan tindakan-tindakan yang mengangkangi keberagaman,” kata Subhan.

 

Yohanes Trisno/Katoliknews

 

 

 

 

 

Tags: fpiintoleransiJawa TengahKatolik
SendShare41Tweet21Send
Next Post
Kapolri: Terima Kasih Sudah Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru

Kapolri: Terima Kasih Sudah Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru

Taher Hammad: Konflik di Palestina Bukan Konflik Agama

Taher Hammad: Konflik di Palestina Bukan Konflik Agama

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net