Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Antaragama

Walikota Bekasi: Daripada Cabut IMB Gereja St. Clara, Lebih Baik Kepala Saya Ditembak

17 Maret 2017
in Antaragama, Headline
Reading Time: 2 mins read
Walikota Bekasi: Daripada Cabut IMB Gereja St. Clara, Lebih Baik Kepala Saya Ditembak

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi (Foto: ist).

Katoliknews.com – Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Efendi kembali menunjukkan ketegasannya dalam menghadapi kelompok-kelompok intoleran di kota tersebut, Kamis 16 Maret 2017.

Sebagaimana dilansir Kompas.com, ia mengatakan Bekasi memiliki daya tarik tersendiri karena masyarakatnya yang memiliki latar belakang yang berbeda, termasuk soal keyakinan.

Oleh karena itu, keberagaman yang ada harus selalu dijaga sebagai salah satu aset dalam pembangunan.

“Bekasi adalah kota yang heterogen, tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Laju pertumbuhan Bekasi pun menjadi cukup baik. Keberagaman dan kearifan lokal adalah aset untuk membangun suatu daerah,” ujarnya.

Rahmat yang turut berbicara di Kongres Nasional Kebebasan beragama dan Berkeyakinan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (16/3) juga mengatakan betapa pentingnya merangkul semua Umat Beriman yang berada di kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Rahmat menceritakan upaya yang dia lakukan saat terjadinya penolakan sekelompok masyarakat terkait pembangunan Gereja Katolik Santa Clara.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Saat itu dengan tegas dia menolak untuk mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Gereja Santa Clara yang menjadi tuntutan kelompok itu.

Kelompok itu menuding pembangunan gereja Santa Clara merupakan salah satu bentuk kristenisasi di kota Bekasi.

“Saya menolak dengan tegas saat itu. Saya bilang di depan mereka, lebih baik kepala saya ditembak daripada saya harus mencabut IMB gereja itu. IMB itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku,” ucap Rahmat.

Rahmat menuturkan, selama dia menjabat sebagai Wali Kota, Bekasi harus menjadi kota yang toleran dan damai. Dengan demikian, pemikiran masyarakat soal mayoritas dan minoritas harus dihilangkan.

“Kota Bekasi harus menjadi toleran dan damai, kota tanpa mayoritas dan minoritas,” ungkapnya.

Rahmat Efendi menjadi salah seorang dari tiga Wali Kota yang mendapat penghargaan dari Komnas HAM karena dinilai mampu menjaga kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Menurut Komnas HAM, Rahmat Effendy berhasil menyelesaikan masalah empat gereja yang sebelumnya ditolak oleh sebagian warga, yakni Gereja Santa Clara, Gereja Galilea, Gereja Kalamiring dan Gereja Manseng.

Selain itu, Rahmat dianggap memiliki ketegasan untuk tidak mencabut IMB keempat gereja tersebut karena proses perizinan yang dilakukan telah sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sikap ini telah membuktikan bahwa ketegasan dan keberanian Walikota Bekasi dapat menjadi solusi terhadap sikap intoleran dari sebagian masyarakat,” kata Koordinator desk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Komnas HAM, Jayadi Damanik.

 

Yohanes Trisno/Katolik

Tags: bekasiGerejaIMBRahmat efendiSt Clara
SendShare68Tweet12Send
Next Post
Bersihkan Tempat Ibadah, Hukuman bagi Pelanggar Lalu Lintas di Magelang

Bersihkan Tempat Ibadah, Hukuman bagi Pelanggar Lalu Lintas di Magelang

Romo Robertus Rubiyatmoko, Uskup Baru Semarang

Romo Robertus Rubiyatmoko, Uskup Baru Semarang

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net