Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Antaragama

Soal Ekstremisme dan Keberagaman, Ini Kata Romo Magnis

7 Juni 2017
in Antaragama, Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 1 min read
Soal Ekstremisme dan Keberagaman, Ini Kata Romo Magnis

Romo Frans Magnis Suseno (Foto: Republika.co.id).

Katoliknews.com – Salah satu Perguruan Tinggi Islam di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengadakan pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah yang berlangsung sejak tanggal 5 hingga 7 Juni 2017.

Dalam kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir Republika.co.id, tidak hanya tokoh agama Islam yang diundang, beberapa tokoh agama lain juga turut hadir.

Tokoh agama Katolik, Romo Franz Magnis Suseno, menjadi salah satu pembicara saat dialog antar agama dibuka.

Dalam paparannya, ia sempat menceritakan perjalanan gereja Katolik di masa lalu, khususnya sebelum Konsili Vatikan II.

“Pada pertengahan abad yang lalu, Gereja Katolik akhirnya mulai membuka diri, terutama kepada Protestan,” kata Romo Magnis, Selasa (6/6).

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Padahal, lanjut dia, sebelumnya Gereja Katolik terbilang sangat memusuhi agama-agama lain, tidak terkecuali Islam.

“Baru pada tahun 70-an, hubungan Katolik dan Islam mulai membaik, setelah sebelumnya tidak ada sama sekali komunikas yang baik,” kata dia.

Romo Magnis berpendapat, komunikasi itu memiliki posisi penting dalam rangka bersama-sama menentang kekerasan, terutama yang ada di Indonesia.

Ia melihat, komunikasi itu berperan untuk mengembangkan paham keagamaan yang tidak membuat takut.

“Tapi, ekstrimisme sendiri hadir karena dunia semakin modern, ditambah suasana kapitalis dengan semakin banyaknya usaha komunitas yang berhadapan,” lanjut dia.

Saat ini, kata dia, semakin banyak orang menganggap keberagaman sebagai kompetisi, hal mana yang akan memicu pergesekan antar Umat.

“Persaingan malah merujuk kepada ancaman yang tentu bukan tidak mungkin menimbulkan rasa ego yang tinggi di antara masing-masing umat beragama,” tutup Romo Magnis.

 

JTP/Katoliknews

Tags: KeberagamanMuhamadiyahRomo MagnisUmat beragama
SendShare193Tweet23Send
Next Post
Katedral Santa Maria Marawi Dibakar Kelompok Maute

Katedral Santa Maria Marawi Dibakar Kelompok Maute

Peranan Gereja Katolik Dalam Menghadapi Situasi Papua

Peranan Gereja Katolik Dalam Menghadapi Situasi Papua

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net