Katoliknews.com – Setelah beberapa malam berada di Dusun Grogol, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pengalaman demi pengalaman unik makin dirasakan.
Kamis sore, 6 Juli 2017, Katoliknews.com mengikuti beberapa OMK St Thomas Rasul (Sathora), Jakarta mengunjungi rumah-rumah umat yang menjadi tetangga mereka selama live in ini.
Dan, di ruang temu ditemukan toples-toples berisi kue yang diletakkan di meja, seperti suasana Idul fitri.
Uniknya, pemilik rumah itu umat Katolik. Identitasnya itu terbaca dari pesan percakapan saat itu.
“Nanti malam, kami latihan koor untuk tugas Minggu, karena ada romo-romo dari Yogya yang datang untuk belajar soal pluralisme di tempat kami,” pemilik rumah, Mas Pri.
Kepada Katoliknews.com, Bu Sisil, tuan rumah, tempat saya menumpang, mengatakan bahwa setiap Idul Fitri, umat Katolik juga merayakannya.
“Kami menyediakan kue seperti ini setiap kali lebaran tiba,” imbuhnya.
Jais, sang menantu Bu Sisil menambahkan bahkan tahun ini sampai lebaran hari keenam masih banyak datang bertamu untuk lebaran.
Rumah Bu Sisil ini berada di depan Gereja Stasi Petrus Kanisius Dusun Grogol. Dan Gereja stasi ini tidak disebut Kapel atau Gereja tetapi Gubuk.
Sehingga saya tidak menemukan tulisan Gereja atau Kapel St Petrus Kanisius di plakat. Yang kami temukan adalah tulisan “Gubug Selo Merapi” Lor Senowo pada dinding depan yang menyatu dengan atap genteng.
Gubuk itu tidak memiliki pintu utama. Karena semua sisinya tidak didindingi, kecuali bagian altar dan panti imam.
Ternyata menurut Yohanes Sutopo koster di Gubug Gereja itu, gereja ini didesain untuk umum. “Siapapun yang datang bisa bertemu di sini. Di sini, bisa diadakan buka puasa bersama,” ungkap koster yang lebih suka disapa Topo ini.
Menurut Bu Sisil, salah seorang pro diakon, Gereja yang disebut Gubug itu didirikan atas ide Romo Dirjitho Pr. “Setahu saya, Romo Dirjitho merancang gereja sebagai gubug agar menjadi rumah dialog budaya,” jelas Bu Sisil. “Karena menurut Romo Dir, perbedaan agama bisa didamaikan oleh budaya,” punkas Ibu pensiunan pegawai negeri ini.
Stefan/Katoliknews



Discussion about this post