Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Antaragama

Keuskupan Agung Semarang Dukung Perjuangan Sedulur Sikep

24 Oktober 2017
in Antaragama, Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 1 min read
Mgr Robertus Rubiyatmoko Uskup Keuskupan Semarang. (Foto: Antara).

SEMARANG – Keuskupan Agung Semarang (KAS) mendukung perjuangan Sedulur Sikep dalam menentang pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng, Rembang.

Hal itu terungkap dari pertemuan tiga jam antara rombongan Sedulur Sikep yang dipimpin Gunretno dengan Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko di Rumah Keuskupan Jalan Pandanaran Semarang, Senin (23/10/2017) siang.

“Prinsipnya Bapak Uskup berpihak kepada mereka. Bapak Uskup juga mendukung gerakan mereka demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup,” ungkap Aloys Budi Purnomo Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK-KAS).

Gunretno datang bersama rombongan. Terdiri dari Hartati, istri Gunretno, Sukinah, Gunarto dan Pawardi. Sementara itu, Uskup Agung didampingi Sekjen Keruskupan Agung Semarang Romo Ig Triatmoko MS.

Kepada Romo Rubi, panggilan Mgr Robertus Rubiyatmoko, Gunretno mengungkapkan, perjuangan untuk menyelamatkan bumi, menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup terus ditempuh.

Baca Juga

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati, Kebersihan Ekologis

Upaya komunitasnya menempuh jalur hukum untuk menentang pembangunan pabrik semen di Rembang terus dilakukan. Meskipun Mahkamah Agung melalui dua Peninjauan Kembali (PK) telah memenangkan warga, namun perjuangan belum selesai.

Tantangan besar yang selama ini dihadapi Gunretno dan teman-temannya adalah lingkaran oknum kekuasaan yang korup dan tidak jujur.

“Sudah empat kali kami diterima Presiden Jokowi. Dalam perjumpaan itu, Jokowi juga menekankan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam menyelesaikan kasus ini,” kata Gunretno.

“Namun tampaknya upaya itu belum berhasil,” imbuhnya.

Gunretno juga berkisah tentang kematian Patmi (48), salah satu petani perempuan asal kawasan Pegunungan Kendeng di tengah aksi mengecor kaki di depan Istana Negara, pada Selasa (21/3/2017) dini hari.

Patmi mengalami serangan jantung dan meninggal dalam perjalanan dari kantor LBH Jakarta menuju Rumah Sakit St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat.

Ternyata, kata Gunretno, Patmi sudah mewariskan sertifikat tanah agar tanah itu dipakai untuk kepentingan perjuangan demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

“Perjuangan belum berakhir,” tuntasnya.

Sumber: Kompas.comj-aR/Katoliknews

SendShare23Tweet10Send
Next Post
RIP John Dami Mukese SVD, Pastor Penyair Asal Flores

RIP John Dami Mukese SVD, Pastor Penyair Asal Flores

Uskup Keuskupan TNI-Polri Mgr Ignas Suharyo Kunjungi Umat Katolik TNI AL Surabaya

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net