Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Pastor Sujoko Kisahkan Sejarah Singkat Gereja Katolik di Sulawesi Utara dan Maluku

7 Februari 2018
in Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Pastor Sujoko Kisahkan Sejarah Singkat Gereja Katolik di Sulawesi Utara dan Maluku

Pastor Albertus Sujoko MSC (Foto: ist).

Katoliknews.com – Ketua Program Imamat Para Frater MSC Seminari Hati Kudus Pineleng, Sulawesi Utara, Romo Albertus Sujoko MSC di hadapan ratusan Umat Paroki Lambean mengisahkan sejarah singkat masuknya Gereja Katolik di Sulawesi Utara dan Maluku, dalam Sosialisasi 150 Tahun Umat Katolik bangkit kembali di Keuskupan Manado pada Minggu, 4 Februari 2018.

Dilansir Tribbunnews.com, Pastor kelahiran Purwosari itu memberikan materi “Sejarah Kedatangan Pastor Johanes De Vries SJ di Kema 14 September 1858” dan menjadikan buku Misi Katolik di Keuskupan Mando dan Maluku Abad 16 dan 17 karya Frater Ludolf Bulkmans CMM sebagai referensi utama.

Buku karya Frater Ludolf itu sendiri merujuk kepada informasi dari Hubert Jacob SJ,  yang ditulis dalam Documenta Malucentia Vol I yang diterbitkan di Roma, 1974.

“Tahun 1536 sampai 1540, ada seorang bernama Antonio Galvao. Ia seorang yang dihormati, seorang Kristen yang murni, pandai dan penguasa yang simpatik, pelaut yang berani dan dapat mempertahankan kesejahteraan dan ketertiban. Bahkan ia mengaku bahwa ia mampu mengajarkan katekismus. Malah ia merasa tidak mengurangi kehormatannya bila ia mengajar katakumen. Ia mendirikan “asrama kecil” untuk anak-anak untuk diajari agama kristiani,” kata Pastor Sujoko mengutip Humbert Jacobs SJ, sebagaimana dituliskan di dalam buku tersebut.

Rupanya, lanjut dia,  pertobatan di Pulau Ambon pertama kali terjadi tahun 1538 di bawah penguasaan Kapten Antonio Galvao saat ia mengutus pasukan di bawah Komando Diogo Lopez de Azevedo untuk menjaga keamanan seluruh wilayah kekuasaan Portugis di Ambon dan membabtis penduduk di Hatiwi, Amantelo dan Nusaniwi.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

“Jumlah orang yang dibabtis terus bertambah waktu itu, sehingga ketika Santo Fransiskus Xaverius mengunjungi Ambon dan Ternate tanggal 14 Februari 1546, jumlah kampung yang sudah menjadi Katolik mencapai tujuh kampung dan pada tahun 1555 sudah  mencapai 30 kampung,” kata dia.

Ia melanjutkan, jika benar terjadi permandian  di salah satu pantai Sulawesi Utara (sekarang) sekitar tahun 1538, maka Yubileum iman Katolik mulai di Sulawesi Utara sudah 480 tahun.

“Kita perlu tahu bagaimana sejarah Gereja Katolik masuk ke wilayah kita. Banyak buku sumber yang bisa kita peroleh. Informasi tersebut didukung oleh surat-surat asli dalam bahasa Portugis yang semuanya tersimpan rapi dan dilampirkan dalam buku Dokumenta Malucentia tersebut,” katanya.

 

Katoliknews

Tags: AlbertusAmbonMalukuMandoMSCSujoko
SendShare149Tweet45Send
Next Post
Dua Pastor Ditembak Mati di Meksiko

Dua Pastor Ditembak Mati di Meksiko

Para Frater BHK Rayakan 90 Tahun Usia Kongregasi Mereka di Indonesia

Para Frater BHK Rayakan 90 Tahun Usia Kongregasi Mereka di Indonesia

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net