Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Tradisi Syawalan di Grigak, Saling Maaf hingga Ucapan Terima Kasih untuk Umat Katolik

17 Juni 2018
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Tradisi Syawalan di Grigak, Saling Maaf hingga Ucapan Terima Kasih untuk Umat Katolik

Hari Raya Idul Fitri selalu dinantikan setiap orang, terutama bagi para perantau yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman untuk silaturahim dengan handai taulan.

Hal menarik dan selalu dinantikan adalah tradisi syawalan atau halal bihalal yang dilakukan Warga Pedukuhan Grigak, Giripurwo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta.

Ketua RW 06 Pedukuhan Grigak, Parjono (55), mengatakan, tradisi syawalan sudah berlangsung puluhan tahun dan biasanya dilakukan pada hari kedua Lebaran atau malam ketiga Lebaran.

“Kegiatan syawalan atau halal bihalal ini sebagai upaya mempersatukan seluruh warga pedukuhan desa yang merantau dan sebagai upaya saling maaf memaafkan di bulan yang fitri ini,” ujar Parjono, Jumat (16/6/2018)

Sebelumnya, rangkaian acara halalbihalal diawali dengan ikrar saling maaf oleh tetua desa yang kemudian diikuti oleh seluruh warga desa yang hadir.

Baca Juga

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Jelang Kunjungan Paus, Tokoh-Tokoh Agama Deklarasi Komitmen untuk Peduli Persoalan Lingkungan

Tradisi syawalan pada tahun 2018 di Grigak diikuti lebih dari 400 orang, mulai dari orang tua, muda dan anak-anak.

Panjang antrean warga yang ikut tradisi syawalan mengular hingga 300 meter di jalan raya.

Parjono menambahkan, umat Islam di Pedukuhan Grigak juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Orang Muda Katolik (Mudika) St Tarsisius, Stasi Niten, Paroki Nanggulan yang ikut mengamankan jalannya takbir keliling pada malam Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Persatuan, keharmonisan dan toleransi warga Pedukuhan Grigrak tidak bisa dirusak dengan isu agama dan ini ditunjukkan dengan supportadik-adik Muda Mudi Katolik Grigak yang ikut partisipasi mengamankan jalannya takbir,” tambah Parjono.

Tradisi Syawalan ini juga menjadi momen temu kangen sesama warga yang merantau di berbagai kota di Indonesia mulai dari Jakarta, Bandung, Riau, Surabaya, Semarang, Tangerang dan Bekasi.

Sementara itu, Kepala Dukuh Grigak, Subiasih Triyanto (45), mengatakan momen tradisi syawalan ini menjadi momen menjaga keharmonisan warga masyarakat terlebih dalam menghadapi tahun politik 2019 mendatang.

“Semoga momen syawalan ini menjadikan warga semakin dewasa akan semangat kebersamaan, keberagaman dan toleransi terutama menghadapi tahun politik mendatang ” ujar Subiasih.

Dia berharap, keharmonisan serta semangat saling memaafkan tanpa harus melihat pangkat, jabatan serta kedudukan ini akan terus terjaga dari generasi ke generasi di Pedukuhan Grigak.

Sumber: Kompas.com

 

Tags: Saling Maaf hingga Ucapan Terima Kasih untuk Umat KatolikTradisi Syawalan di Grigak
SendShare13Tweet8Send
Next Post
Umat Katolik Santa Teresa Paniki Ikut Pengamanan Masjid saat Salat Idulfitri

Umat Katolik Santa Teresa Paniki Ikut Pengamanan Masjid saat Salat Idulfitri

Bupati Hadiri Sholat Idul Fitri yang Berlangsung di Depan Gereja Katolik Makale

Bupati Hadiri Sholat Idul Fitri yang Berlangsung di Depan Gereja Katolik Makale

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net