Katoliknews.com – Sejumlah lembaga gereja di India bahu membahu bekerja membantu korban banjir dan tanah longsor yang telah menewaskan setidaknya 169 orang.
Bencana itu dipicu oleh hujan deras sejak awal bulan ini, yang membuat bendungan-bendungan meluap.
Banjir melanda daerah pemukiman di negara-negara selatan dan barat termasuk Karnataka, Tamil Nadu Andhra Pradesh, Goa, Maharashtra, dan Gujarat, demikian laporan Ucanews.com.
Kerala yang sebelumnya dilanda banjir dan menewaskan 480 orang pada Agustus tahun lalu, juga merupakan yang terburuk tahun ini.
Sedikitnya 70 orang tewas di negara bagian itu, di mana hujan lebat mulai 9-11 Agustus menyebabkan beberapa tanah longsor.
Sekitar 250.000 orang telah mengungsi di Kerala dan tinggal di 1.600 kamp bantuan yang mencakup sekolah yang dikelola gereja, asrama dan bahkan gereja.
“Kami telah membuka semua lembaga kami untuk menampung orang-orang yang membutuhkan di tempat akomodasi sementara dan aman,” kata Pastor George Vettikattil, pimpinan Forum Layanan Sosial Kerala yang mengoordinasikan upaya amal dari 32 keuskupan Katolik di negara bagian itu.
Sekitar 50 orang dilaporkan meninggal di salah satu tanah longsor di desa Kavalappara di Distrik Malappuram pada 8 Agustus, ketika sekitar 30 dari 70 rumahnya terkubur di bawah lumpur.
Tanah longsor lainnya di Puthumala, sebuah desa yang sebagian besar penduduknya adalah pekerja perkebunan teh di Kabupaten Wayanad, menewaskan 11 orang, sementara tujuh orang hilang.
Pastor Manoj Kakkonal, yang memimpin radio komunitas di distrik yang berada di bawah Keuskupan Manathavady itu mengatakan pencarian mayat terus dilakukan di Puthumala.
“Banyaknya lumpur, batu-batu besar dan puing-puing rumah, dan hujan yang terus-menerus, menyulitkan pencarian pada hari-hari awal,” kata imam itu.
Stasiun radionya mengirimkan informasi sepanjang waktu untuk memberi tahu orang-orang tentang hujan, kamp-kamp bantuan di dekat mereka dan cara-cara untuk menghubungi relawan agar mendapatkan bantuan.
Kardinal George Alencherry, uskup agung utama dan kepala Gereja Siro-Malabar yang berbasis di Kerala, telah meminta semua keuskupan untuk membuka fasilitas mereka bagi yang membutuhkan.



Discussion about this post