Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Pilihan Editor

Pesan untuk Mendikbud Nadiem: Lihatlah Pendidikan Secara Holistik, Bukan Sekadar Demi Layani Pasar

24 Oktober 2019
in Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
Pesan untuk Mendikbud Nadiem: Lihatlah Pendidikan Secara Holistik, Bukan Sekadar Demi Layani Pasar

Ilustrasi

Katoliknews.com – Ketika menunjukan Nadiem Makarim (35) sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Presiden Joko Widodo berpesan agar CEO perusahan Gojek itu bisa menyiapkan lulusan-lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Kita akan membuat terobosan-terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM, yang menyiapkan SDM-SDM yang siap kerja, siap berusaha, yang me-link and match antara pendidikan dan industri,” demikian pesan Jokowi kepada Nadiem pada saat pengumuman Kabinet Indonesia maju, Rabu, 23 Oktober 2019.

Penunjukan Nadiem, sosok yang tercatat sebagai menteri paling muda saat ini, menjadi sebuah kejutan. Kendati dia memiliki basis pendidikan yang sangat baik dan dikenal sebagai praktisi bisnis yang progresif lewat Gojek yang ia rintis, kiprah dan rekam jejaknya dalam dunia pendidikan tidak terlacak.

Hendrik Masur, praktisi pendidikan dan Ketua Visi Indonesia Pintar menyatakan, meski orientasi pendidikan demi kebutuhan dunia kerja itu penting, Nadiem tetap perlu memandang pendidikan secara lebih holistik.

“Konsep link-match seperti yang disampaikan Jokowi pernah menjadi roh politik pendidikan masa Orde Baru, dan terbukti gagal. Indonesia tertinggal jauh bahkan di kawasan ASEAN,” katanya.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Obituari Pater Nico Syukur Dister OFM: Guru Fransiskan, Cahaya yang Tetap Menuntun dari Fajar Timur

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

“Jika pendidikan hanya untuk melayani industri dan dunia kerja, Nadiem bisa saja menciptakan robot dan memperbanyak aplikasi,” tambah Hendrik.

Ia menjelaskan, bertahun-tahun pendidikan Indonesia hanya berkutat pada soal lernaing to know dan learning to do untuk melayani kepentingan pasar.

“Saatnya Kemendikbud meradikalkan fungsi pendidikan pada tahap yang lebih mulia: belajar menjadi diri sendiri (learning to be) dan belajar hidup bersama (learning to live together),” katanya.

Keberhasilan dan ketahanan kita sebagai bangsa, jelas dia,  akan ditentukan oleh kedua fungsi tersebut di tengah gelombang revivalisme identitas yang menyapu berbagai negara di dunia.

Selain itu, tambahnya, persoalan-persoalan dasar dalam dunia pendidikan masih memasung kita untuk bergerak maju.

“Persoalan infrastruktur, kualitas guru, dan pemerataan pendidikan dalam teritori Indonesia yang sangat luas harusnya tetap menjadi perhatian utama. Kita bisa saja berbusa-busa berbicara tetang era industri 4.0, tetapi abai menyelesaikan persoalan dasar,” katanya.

“Maka penting bagi Nadiem untuk melihat masalah pendikan dari daerah-daerah terpencil, terdepan, dan termiskin di Indonesia,” tambah Hendrik.

Tags: Nadiem Makarimpendidikan holistik
SendShare255Tweet111Send
Next Post
Menag Fachrul Razi: Saya Menteri Semua Agama

Menag Fachrul Razi: Saya Menteri Semua Agama

Tahbis Imam Pertama Asal Paniai Barat, Jemaat Kristen Setempat Bahagia

Tahbis Imam Pertama Asal Paniai Barat, Jemaat Kristen Setempat Bahagia

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net