Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Survei: Keinginan Agar Mayoritas Diutamakan Terus Menguat

4 November 2019
in Nusantara, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
Survei: Keinginan Agar Mayoritas Diutamakan Terus Menguat

Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa gejala mayoritarianisme terus menguat di Indonesia.

Mayoritarianisme yang dimaksud, menurut Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI, adalah pandangan dan sikap bahwa mayoritaslah yang harus diutamakan dalam hidup berbangsa dan bernegara dan minoritas harus ikut mayoritas.

Secara umum, kata dia, saat responden yang berjumlah 1.550 orang ditanya apakah kelompok minoritas (non-Muslim) harus mengikuti umat mayoritas (Muslim), hasilnya menunjukkan bahwa 48,6 persen tak sepakat, 37,2 persen sepakat dan 14,2 tak menjawab.

Djayadi yang berbicara saat peluncuran hasil survei itu di Jakarta, Minggu, 3 November 2019 mengatakan meski prosentase yang menolak lebih tinggi, namun hasil tersebut tak dinilai dominan karena masih di bawah 50 persen.

Sebaliknya, meski prosentase yang menolak hanya 37,2 persen, namun angka itu menunjukan tren yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Obituari Pater Nico Syukur Dister OFM: Guru Fransiskan, Cahaya yang Tetap Menuntun dari Fajar Timur

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Pada 2016, jelas dia, dalam survei serupa responden yang sepakat dengan mayoritarianisme adalah 30,3 persen dan tahun 2017 adalah  34,4 persen.

Hasil ini, jelasnya, ditegaskan lewat pertanyaan berikutnya, yakni apakah responden sepakat jika pemerintah mengutamakan agama Islam dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Hasilnya, jelas dia, 60,1 persen responden setuju, 23 persen tak tak setuju, 7,3 persen sangat setuju dan hanya 0,9 yang menyatakan sangat tak setuju. Terdapat 8,8 persen memilih tak menjawab.

Ia menjelaskan, mayoritarianisme adalah gejala yang terjadi di berbagai tempat, bukan hanya di Indonesia.

“Tapi kalau tak dikelola dengan baik, itu bisa menimbulkan pergesekan. Itu jadi tantangan bagi pemerintah,” katanya.

Tags: mayoritarianismemayoritas vs minoritas
SendShare65Tweet11Send
Next Post
Pemuda Katolik Jawa Barat Sukses Gelar Mapenta dan Muskomcab Kota Bandung

Pemuda Katolik Jawa Barat Sukses Gelar Mapenta dan Muskomcab Kota Bandung

KWI Gelar Sidang Tahunan yang Membahas Dokumen Abu Dhabi

KWI Gelar Sidang Tahunan yang Membahas Dokumen Abu Dhabi

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net