Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Pemuda Katolik Papua: Tidak Etis Menangkap Pembawa Bendera Bintang Kejora di Gereja

4 Desember 2019
in Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 1 min read
Pemuda Katolik Papua: Tidak Etis Menangkap Pembawa Bendera Bintang Kejora di Gereja

Aksi empat mahasiswa pembawa bendera bintang kejora saat misa di Gereja Gembala Baik Abepura. Sumber foto (Jubi.co.id)

Katoliknews.com – Pemuda Katolik (PK) Komisariat Daerah (Komda) Papua menyebut penangkapan empat mahasiswa yang membawa bendera bintang kejora di sebuah gereja di Papua tidak etis.

Sebelumnya, penangkapan terhadap Marvin Yobe, Desepianus Dumupa, Paul Halapok dan Devion Tekege terjadi saat mereka mengikuti misa di Gereja Gembala Baik, Abepura, Kota Jayapura pada Minggu, 1 Desember 2019.

“Cara yang dilakukan pihak keamanan sangat tidak beretika dimana saat orang sedang mempersiapkan diri untuk melakukan misa. Itu sangat mengganggu ketenangan umat lain,” kata Ketua PK Komda Papua, Alfonsa Wayap seperti dilansir Jubi.co.id, Selasa (3/12/2019).

Wayap juga menilai, dalam hal ini polisi melanggar hak seseorang atas kepercayaannya, dan hak menjalankan ibadah.

Lantas ia meminta pihak kepolisian untuk menghentikan cara-cara represif dalam penangkapan, apalagi di saat sedang beribadah.

Baca Juga

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati, Kebersihan Ekologis

“Cara seperti itu hanya akan membuat trauma yang berkepanjangan. Masih banyak pelanggaran hak asasi manusia yang belum diselesaikan negara,” tegasnya.

Sementara terkait aksi empat mahasiswa itu, Wayap mengatakan hal tersebut hanya ekspresi seseorang dalam perayaan iman atas sejumlah pergumulannya.

“Kami tegaskan, membawa bendera dalam gereja tidak berarti langsung membuat Papua merdeka saat itu. Masih ada pendekatan persuasif yang bisa dilakukan polisi, khususnya di dalam gereja,” tegasnya.

Anggota Majelis Rakyat Papua dari perwakilan gereja KINGMI Papua, Pendeta Nicolas Degey, mengatakan pengakapan itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Baginya, kejadian ini justru menambah catatan buruk relasi generasi Papua dengan Negara atau aparat keamanan.

“Orang bawa bendera itu warisan yang tidak mungkin selesai dengan penangkapan,” tegas Pendeta Nicolas Degey.

Sementara itu, empat pelaku pembawa bendera tersebut sudah dibebaskan polisi pada Senin, 2 Desember 2019 kemarin setelah menjalani pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan tidak memenuhi unsur makar,” ujar Kapolres Kota Jayapura AKBP Gustav Urbinas seperti dikutip dari Detik.com.

Tags: Gereja Gembala Baik PapuaKatolik PapuaPembawa Bendera Bintang KejoraPemuda Katolik
SendShare124Tweet12Send
Next Post
Keuskupan Atambua Digugat Rp 1,3 Miliar Terkait Tanah di Sekitar Gua Maria

Keuskupan Atambua Digugat Rp 1,3 Miliar Terkait Tanah di Sekitar Gua Maria

Pemprov Papua Barat Berkomitmen Jaga Kerukunan Antaragama

Pemprov Papua Barat Berkomitmen Jaga Kerukunan Antaragama

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net