Kamis, April 16, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Gus Mus Sebut Yel-yel “Islam Yes, Kafir No” Menyakitkan dan Menyalahi Islam

15 Januari 2020
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Gus Mus Sebut Yel-yel “Islam Yes, Kafir No” Menyakitkan dan Menyalahi Islam

Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin (Taman Pelajar Islam). (Foto: Nu.or.id)

Katoliknews.com – Kiai Mustofa Bisri atau Gus Mus, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin (Taman Pelajar Islam) menyatakan bahwa yel-yel seorang pembina Pramuka di Yogyakarta, “Islam yes, kafir no” yang sempat viral merupakan hal yang “menyakitkan dan menyalahi Islam.”

Ia bahkan menyebut pembina Pramuka yang menunjukkan sikap anti-keberagaman itu sebagai orang mabuk.

“Pembina Pramuka kok ajarkan Islam yes, kafir no. Ini wong mendem (orang mabuk). Nyekoinya gimana (memberikan minumannya gimana),” kata Gus Mus saat berbicara dalam dialog kebangsaan bertajuk “Merawat Persatuan Menghargai Keberagaman” di  Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

Sebagaimana dilansir Tempo.co, kata dia, sikap pembina Pramuka itu menyakitkan dan menyalahi Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta.

Di Yogyakarta, seorang pembina Pramuka dari Gunungkidul mengajarkan tepuk dengan kata “Islam yes, kafir no” di akhir tepuk saat memberikan pelatihan di sebuah SD Timuran, Prawirotaman Kota Yogyakarta pada Jumat, 10 Januari 2020.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Pembina itu meminta maaf setelah salah satu wali murid memprotes.

Video tentang yel-yel rasis tersebut beredar di sejumlah grup Whats App dan media sosial.

Menurut Gus Mus, orang yang beragama seharusnya memahami bahwa Islam adalah agama yang menghargai keberagaman atau perbedaan.

Dia mengkritik orang-orang yang mengaku beragama tapi tidak menghargai keberagaman.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyatakan menyesalkan ajaran pembina Pramuka itu.

“Itu tidak betul. Bukan tempatnya mengatakan seperti itu. Di Indonesia tidak ada kafir. Saya sangat menyesalkan itu terjadi,” kata Sultan.

Namun, ia tidak secara tegas menjelaskan mengenai tindak lanjut setelah peristiwa itu. “Nanti dilihat. Saya baru dengar,” katanya.

Tags: Gus MusKiai Mustofa Bisritoleransi
SendShare171Tweet24Send
Next Post
Patung Bunda Maria di NTT: Dibangun Pemerintah, Dikelola Gereja

Patung Bunda Maria di NTT: Dibangun Pemerintah, Dikelola Gereja

Tokoh NU Sampaikan Pesan Paus Fransiskan dalam Pertemuan di Vatikan

Tokoh NU Sampaikan Pesan Paus Fransiskan dalam Pertemuan di Vatikan

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net