Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Gereja Katolik Singapura Meniadakan Misa Bersama demi Cegah Penyebaran Virus Corona

16 Februari 2020
in Dunia, Headline
Reading Time: 3 mins read
Virus Corona Telah Menewaskan 106 Orang, Pasien Terinfeksi Terdata di 16 Negara

Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.(EPA-EFE/STR)

Katoliknews.com – Pimpinan Gereja Katolik di Singapura memutuskan meniadakan Misa bersama, demi mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) yang kini telah menewaskan korban lebih dari 1.500 orang.

Uskup Agung Singapura, Mgr. William Goh menyatakan keputusan tersebut lewat sebuah surat pastoral resmi. Keputusan itu mulai berlaku pada Sabtu, 15 Februari 2020, hingga waktu yang belum ditentukan.

“Sebagai orang Katolik, kita harus bertanggung jawab memainkan peran kita untuk menahan penyebaran virus ini dengan menghindari pertemuan besar,” katanya.

Uskup Goh menjelaskan, selama beberapa minggu terakhir, pihaknya telah memberikan nasihat medis dan kesehatan demi meminimalisasi risiko wabah Covid-19 di antara umat dan imam di negeri tersebut.

“Kami bahkan telah meminta melakukan tes suhu wajib. Namun, kami juga menyadari bahwa suhu tidak bisa menjadi alat pencegah karena orang yang tidak menunjukkan gejala juga dapat menjadi pembawa infeksi,” katanya.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

“Dengan demikian, menerapkan tes suhu mungkin tidak sepenuhnya membantu mencegah penyebaran infeksi ini walaupun itu mengurangi kemungkinan penularannya.”

Mengingat situasi yang gawat saat ini saat ini yang terbukti sulit untuk dikendalikan, semua Misa bersama, baik pada hari kerja dan akhir pekan akan ditangguhkan, sampai ada kabar lebih lanjut.

Hal itu, kata dia, berlaku juga untuk acara publik lainnya seperti rekoleksi, retret dan seminar yang harus ditunda.

Namun, kata dia, penangguhan Misa bersama tidak berarti umat Katalik sama sekali tidak mengikuti Misa. Mereka dianjurkan mengikuti Misa online via Youtube atau Radio Katolik Singapura, CatholicSG.

“Silakan cek situs web keuskupan agung untuk waktu siaran online. Mengikuti siaran Misa akan membantu Anda menerima Tuhan secara rohani. Anda juga dapat berkumpul sebagai keluarga untuk Liturgi Sabda dengan menghabiskan waktu dalam doa, membaca Bacaan iturgi Hari Minggu dan berdoa bagi dunia agar virus COVID-19 ini bisa diberantas,” katanya.

“Bahkan jika Anda tidak dapat berkumpul bersama sebagai keluarga untuk beribadah, Anda harus secara individual menghabiskan setidaknya setengah jam dalam waktu yang tenang untuk berdoa dan terutama membaca firman Tuhan,” kata Uskup Agung Singapura.

Sementara untuk pernikahan dan pemakaman, ini dianggap layanan pribadi yang berarti hanya tamu yang diundang yang dapat hadir. Pengaturan harus dibuat dengan pastor paroki. Semua tindakan pencegahan harus diambil sesuai saran dari Catholic Medical Guild (CMG).

“Bagi mereka yang membutuhkan sakramen dengan mendesak, pengurapan Orang Sakit dan Sakramen Tobat, silakan membuat janji dengan para imam di paroki Anda. Para pelayan sakramen juga harus mengambil tindakan pencegahan yang tepat ketika melayani umat paroki,” katanya.

Data yang dilansir CNN menyebutkan, hingga kini, korban tewas mencapai 1.520 orang, termasuk empat orang di luar China. Sementara orang yang terinfeksi menjacapi lebih dari 67.000 orang, mayoritas di China daratan.

Dari jumlah terinfeksi, ada 67 orang berasal dari Singapura, terbanyak kedua setelah China daratan.

Meski virus terus menyebar, namun, kabar baiknya, yang berhasil sembuh dari virus ini sebanyak 8.059 jiwa.

Di Indonesia, belum ditemukan satu pun orang di dalam negeri yang terjangkit virus corona.

Sebanyak 285 orang yang menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, pun dinyatakan dalam kondisi sehat dan siap kembali berkumpul bersama keluarga.

Mereka telah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna yang mana hal tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penyakit COVID-19 dengan virus bernama SARS-CoV-2 sudah menghantui dunia sejak Desember 2019.

Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019.

Penyakit bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Menurut riset S&P Global, wabah virus corona ini diperkirakan akan berakhir pada April 2020. Beberapa analis lain memperkirakan skenario terburuknya virus ini akan berakhir pada bulan Mei 2020.

Tags: virus corona
SendShare3098Tweet16Send
Next Post
Warga di Karimun Ngotot Agar Pemerintah Cabut IMB Gereja Katolik

Bupati Karimun Klaim Situasi Kondusif, Pihak Gereja Bantah Dilibatkan dalam Pertemuan

Gereja di Karimun Kembali Didemo, Pastor Paroki Terpaksa Diamankan di Polres

Panitia Pembanguan Gereja di Karimun Dilapor ke Polisi dengan Tudingan Hina Umat Islam

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net