Katoliknews.com – Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko ikut memberi imbauan kepada umatnya, demi mencegah penyebaran virus corona.
Dalam imbauannya menyikapi bahaya virus dengan nama resmi Covid-19 itu, ia meminta adanya sejumlah penyesuaian di Gereja, termasuk saat Misa.
“Terkait dengan pelaksanaan Perayaan Ekaristi dan ibadat lain, saya mengusulkan beberapa hal praksis… Air suci di pintu-pintu masuk gereja untuk sementara dapat kita kosongkan,” katanya dalam imbauan tertulis, yang dibagikan di akun Instagramnya @mgr.robertus.rubiyatmoko dan dikutip Katoliknews.com, Kamis, 5 Maret 2020.
“’Salam damai’ menjelang komuni dapat kita lakukan secara sederhana dengan saling menganggukkan kepala atau membungkukkan badan, tanpa bersalaman atau berjabat tangan,” tambahnya.
Tak hanya menyinggung soal air suci dan berjabat tangan, ia juga menyinggung soal penerimaan komuni hingga penciuman salib saat Ibadat Jumat Agung.
“Komuni Suci diterimakan pada tangan saja,” katanya, sambil menambahkan, pembagi komuni (Romo dan Prodiakon) mesti terlebih dulu mencuci tangan.
“Pada saat Ibadat Jumat Agung, penghormatan salib dapat kita lakukan secara sederhana dengan berlutut atau membungkuk di hadapan salib yang telah disediakan, tanpa memegang dan/atau menciumnya,” sambung Uskup Rubi.
Ia juga menyarankan umat rajin mencuci tangan dengan cairan/gel pembersih tangan.
Sementara bagi umat Katolik yang sakit flu/pilek, batuk, dan sakit tenggorokan diminta memakai masker.
“Saya mengimbau para romo, suster, dan umat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di kehidupan sehari-hari dan saat mengikuti Perayaan Ekaristi. Semoga kita semua berada dalam lindungan Tuhan. Berkah Dalem,” tutur Mgr Rubi.
Ia mengatakan imbauan ini berlaku hingga suasana aman.
Hingga hari ini, terdapat 96.268 orang terinfeksi corona. Korban meninggal sudah mencapai 3.304 orang.
Di Indonesia, saat ini sudah ada dua pasien yang dilaporkan terserang wabah yang pertama kali ditemukan di China ini.



Discussion about this post