Katoliknews.com – Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Kardinal Philippe Barbarin, Uskup Agung Lyon, Prancis pada Jumat, 6 Maret 2020.
Seperti dilansir Vaticannews.va, Kardinal Barbarin telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Paus Fransiskus pada 18 Maret 2019.
Namun, kala itu Paus tidak menerimanya karena menunggu hasil akhir dari proses pengadilan dan memintanya “membuat keputusan terbaik untuk keuskupan.”
Barbarin dijatuhi hukuman enam bulan penjara pada bulan Maret atas dugaan menutupi kasus pelecehan seksual oleh Bernard Preynat, pastor yang kemudian diberhentikan.
Barbarin memang mengakui bahwa ia mengetahui kasus yang dilakukan Preynant – yang melecehkan 80 orang anak Pramuka pada tahun 1980an-1990an – dan kemudian melaporkan kasus itu ke Vatikan. Ia memang tidak membawa kasus ini ke polisi, hal yang kemudian menjadi asalan penuntutan terhadapnya di pengadilan.
Barbarin mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan kepadanya. Pada 30 Januari lalu, ia dinyatakan bebas.
Vaticannews.va melaporkan, sampai uskup agung baru ditunjuk, Monsinyur Michel Dubost diangkat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Agung Lyon.
Sementara itu, dalam pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Ketua Konferensi Waligereja Perancis (CEF), Mgr. Éric de Moulins-Beaufort, para uskup meminta “doa persaudaraan semua umat Katolik Prancis” bagi Keuskupan Agung Lyon.
Mereka juga memastikan bahwa “setelah persidangan beberapa bulan terakhir, Keuskupan Agung Lyon akan menuntaskan karya kebenaran dan rekonsiliasi serta memperbarui karya misionernya dengan hati yang murni.”
Konferensi Para Uskup juga berterima kasih kepada Kardinal Barbarin atas semua pekerjaan yang telah dia lakukan untuk Gereja, ketika kini dia memulai fase baru dalam pelayanannya bagi Kristus dan Gereja.
Mereka juga menyatakan harapan bahwa “hasil dari prosedur yang dilakukan akan berkontribusi pada penyembuhan para korban” dan menegaskan kembali “kesedihan mendalam” atas apa yang diderita para korban.
Di situs web Keuskupan Agung Lyon, Mgr. Dubost menyatakan “dalam beberapa minggu, kita akan memiliki Uskup Agung yang baru.”
“Kehadirannya harus menjadi kesempatan untuk pembaruan dalam persatuan,” katanya.
Lahir di Rabat, Maroko, pada 17 Oktober 1950, Kardinal Barbarin ditahbiskan menjadi imam pada 17 Desember 1977.
Pada 22 November 1998, ia ditahbiskan sebagai uskup Moulins.
Empat tahun kemudian, pada 16 Juli 2002 ia diangkat menjadi Uskup Agung Lyon oleh Paus Yohanes Paulus II.
Tahun berikutnya, 21 Oktober 2003, ia ditunjuk sebagai Kardinal.



Discussion about this post