Katoliknews.com – Berbicara dalam kesempatan rekoleksi untuk kelompok kategorial di Dekenat Malaka, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr menekankan pentingnya menyadari bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh Gereja Katolik bukan karena uang, tetapi berlandaskan pada spirit pelayanan.
“Negara punya pabrik uang, sedangkan Gereja tidak punya pabrik uang. Gereja bekerja bukan karena uang, melainkan karena semangat pelayanan dan pengabdian sesuai dengan spirit pelayanan Kristus,” kata Mgr Domi pada hari ketiga rekoleksi, Rabu, 11 Maret 2020, yang digelar di Paroki Santa Maria Fatima Betun.
Peserta rekoleksi adalah dari sejumlah kelompok kategorial, antara lain Legio Maria, Karismatik, Santa Ana, Kerahiman, Keluarga Besar Makbalin, THS-THM, Katekis-Katekista dan OMK se-Dekenat Malaka.
Ia juga menyatakan bahwa Gereja pada prinsipnya hidup dari kemurahan umatnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan dukungannya pada pengembangan ekonomi umat, khususnya di Malaka.
Uskup yang juga Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran-Perantau di KWI ini menegaskan bahwa ia mendukung program unggulan Bupati Malaka, yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM).
“Saya adalah orang pertama yang mendukung program unggulan RPM Bupati Malaka,” katanya.
Ketika ditanya dalam forum terkait dengan ditetapkannya sejumlah tersangka karena diduga melakukan praktek korupsi, antara lain penggelembungan harga dan suap dalam pengadaan bibit Bawang Merah Brebes untuk program itu, ia menyatakan, mendukung proses hukum terhadap terduga pelaku.
“Saya mendukung programnya bukan pelaku yang melakukan pelanggaran. Siapa yang melanggar, harus dibawa ke ranah hukum,” katanya.
“Bahkan Gereja, atas tuntutan moral dan iman, harus angkat bicara demi terciptanya keadilan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Namun, ia mengatakan, berbicara tentang kasus hukum, harus didasari pada data yang valid.
“Jangan sampai kita berkobar-kobar tanpa data yang valid,” katanya.
Laporan: RD Yudel Neno, Pastor Pembantu Paroki Santa Maria Fatima Betun, Keuskupan Atambua



Discussion about this post