Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

STKIP Simbiosis Ende Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Lembata

“Kegiatan distribusi bantuan tadi berjalan lancar, saya berharap pandemi ini bukan menjadi alasan untuk tidak membantu sesama, tetapi semakin menumbuhkan rasa peduli kita kepada sesama dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

4 Desember 2020
in Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 2 mins read
STKIP Simbiosis Ende Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Lembata

Para mahasiswa STKIP Simbiosis Ende menyerah bantuan berupa sembako. Foto: istimewa

Katoliknews.com — Civitas Akademika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Simbiosis Ende (STKIP Simbiosis Ende) turut peduli dengan korban bencana erupsi Gunung Ili Lewotolok, Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kepedulian STKIP Simbiosis itu berupa pemberian bahan kebutuhan dasar masyarakat, yakni sembako dan sejumlah uang tunai. Bantuan itu disalurkan melalui Forum Peduli Bencana Ende-Lembata (FPBL).

“Donasi kepada korban akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok Lembata diberikan kepada Koordinator FPBL di posko Forum Peduli Bencana Ende-Lembata,” ungkap Yohanes Rai, Ketua BEM STKIP Simbiosis Ende, Jumat, 4/12/20) pagi.

Sementara itu, Koordinator Lapangan FPBL, Ian Bala, mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan Civitas Akdemika Simbiosis Ende, terutama di tengah situasi krisis karena pandemi saat ini.

“Ini adalah gerakan yang juga kepedulian kepada sesama, terlebih yang sedang ditimpa musibah,” ujar Ian Bala.

Baca Juga

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

“Kegiatan distribusi bantuan tadi berjalan lancar, saya berharap pandemi ini bukan menjadi alasan untuk tidak membantu sesama, tetapi semakin menumbuhkan rasa peduli kita kepada sesama dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

Adapun bencana akibat Meletus Gunung Ili Lewotolok, Lembata, Nusa Tenggara Timur, terjadi pada Minggu, 29 November 2020, pukul 09.45 WITA.

Akibat peristiwa tersebut, menurut Kepala Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan BPBD Kabupaten Lembata, hingga Selasa, 1 Desember 2020, ada sekitar 6.237 jiwa yang berhasil dievakuasi dan mengungsi, yang berasal dari 17 Desa di Kecamatan Ile Ape dan 9 Desa di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata.

Jumlah tersebut, menurut Wakil Bupati Lembata, Thomas Olalangoday, yang berhasil dicatat, masih ada sekitar 15 ribuan yang tertahan di daerah rawan bencana.

Saat ini, para pengungsi berkumpul di sebelas titik, yakni di Kantor lama Bupati, Aula Ankara, Aula Kelurahan Lewoleba Tengah, Tapolangu, Desa Baopana, Kantor Badan Kepegawaian Daerah Lembata, Pasar Lamahora, Aula Kelurahan Lewoleba Tengah, Aula Kelurahan Lewoleba Timur, Aula Kelurahan Lewoleba Barat, Aula Kelurahan Selandoro, Aula Kantor Camat, Aula GMIT Maranatha Pada, dan Aula SMPN I Nubatukan.

Andre Tengko (kontributor)

Tags: Bantu pengungsibencana Gunung Ili LewotolokPengungsi Bencana Ili LewotolokSTKIP Simbiosis Ende
SendShare30Tweet19Send
Next Post
Uskup Agung Ende: Umat Katolik ‎Harus Jadi Pelopor Kemandirian

Komisi Kerawam KWI Serukan Pilkada Bermartabat dan Sehat

Paus Fransiskus Lawat ke Irak pada Maret 2021, Apa Agendanya?

Paus Fransiskus Lawat ke Irak pada Maret 2021, Apa Agendanya?

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net