Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Uskup di Taiwan Undur Diri 6 Bulan Setelah Tahbisan

“Setelah doa panjang dan di bawah bimbingan Roh Kudus, saya dengan rendah hati menerima bahwa saya memiliki masalah kesehatan yang serius. Saya telah memilih untuk mengundurkan diri demi kebaikan keuskupan,” tulis Uskup John Lee Juo-wang

24 Juni 2021
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
Uskup di Taiwan Undur Diri 6 Bulan Setelah Tahbisan

Uskup John Lee Juo-wang. (Foto: Facebook page of Vacalv Klement, SBD/UCA News)

Seorang uskup di Taiwan mengundurkan diri kurang dari enam bulan setelah ditahbiskan, dipicu alasan masalah psikologis dan fisik.

Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Uskup John Lee Juo-wang dari Keuskupan Tainan di Taiwan selatan, demikian menurut laporan kantor berita Vatikan, Fides pada 19 Juni.

Paus juga menunjuk pensiunan Uskup Bosco Lin Chi-nan sebagai administrator apostolik keuskupan sampai seorang uskup baru diangkat, kata Fides.

Uskup Lee, 54, ditahbiskan pada 1 Januari sebagai uskup kelima Tainan. Dia adalah uskup pribumi pertama yang ditahbiskan dalam tiga dekade terakhir.

Dalam sebuah surat kepada umat Katolik di keuskupannya, dia mengatakan “masalah psikologis dan fisik” menyebabkan pengunduran dirinya.

“Setelah doa panjang dan di bawah bimbingan Roh Kudus, saya dengan rendah hati menerima bahwa saya memiliki masalah kesehatan yang serius. Saya telah memilih untuk mengundurkan diri demi kebaikan keuskupan,” tulis Uskup Lee seperi dilaporkan UCA News, media Katolik Asia.

Baca Juga

Kardinal Müller dan Schönborn: Penahbisan Perempuan dalam Gereja Katolik itu Mustahil

Paus Fransiskus Buka Jalan Beri Gelar Santo bagi Beato Carlo Acutis

Gereja Katolik dan Gereja Baptis Jadi Sasaran Serangan Udara Militer Myanmar di Negara Bagian Chin

Pemilu AS: Joe Biden yang Katolik Tidak Disukai Mayoritas Pemilih Katolik

Dia menjelaskan bahwa dengan melepaskan tanggung jawab sebagai uskup dia dapat mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan dan perawatan yang diperlukan.

Prelatus itu berterima kasih kepada umatnya atas cinta, kasih sayang, dan pendampingan mereka dan memohon kepada mereka untuk memahami kondisinya dan berdoa untuknya.

Kota Tainan terletak di barat daya Taiwan di Dataran Jianan yang kaya dan subur menghadap Selat Taiwan. Kota itu diperkirakan memiliki 2 juta penduduk.

Keuskupan Tainan, yang didirikan pada tahun 1961, adalah sufragan dari Keuskupan Agung Taipei dan memiliki sekitar 7.500 umat Katolik di 22 paroki.

John Lee lahir dari orang tua pengungsi pada 2 November 1966. Pasangan itu melarikan diri ke Taiwan dari daratan Cina di tengah pergolakan politik pada 1950-an.

Ia bersekolah di Salesian High School di Tainan dan memasuki seminari menengah pada usia 12 tahun. Ia belajar filsafat dan teologi di Seminari St. Pius X di Tainan (1984-92). Ia menjadi imam pada 1 Januari 1993.

Setelah melayani keuskupan selama enam tahun, ia studi lanjut dan memperoleh gelar sarjana teologi dogmatik dari Universitas Kepausan Urban di Roma.

Ia diangkat menjadi imam paroki dari Kuil Causa Nostrae Laetitiae pada tahun 2002 dan imam paroki Gereja St. Joseph pada tahun 2014.

Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai uskup Tainan pada 14 November 2020.

Sekitar 4 persen dari hampir 24 juta penduduk Taiwan adalah Kristen, sementara Buddhis mencapai sekitar 35 persen, Tao 33 persen dan non-religius sekitar 19 persen.

Denominasi Kristen utama adalah Protestan, Katolik dan Mormon.

Presbiterian memainkan peran penting dalam politik Taiwan karena mereka telah mendukung gerakan Taiwan untuk demokrasi. Empat dari lima presidennya sejak 1949 adalah orang Kristen.

Dari sekitar 5.000 anggota pada tahun 1949, Gereja Taiwan saat ini memiliki sekitar 300.000 umat Katolik di satu keuskupan agung dan enam keuskupan, dengan jumlah yang signifikan menjadi pengungsi dari daratan Cina.

Migran Katolik, kebanyakan Vietnam, Filipina dan Indonesia, diperkirakan berjumlah sekitar 100.000.

Gereja di Taiwan mengelola sekitar 50 sekolah, perguruan tinggi dan universitas untuk mendidik ribuan murid setiap tahun.

Universitas Katolik Fujen, Universitas Providence, dan Universitas Bahasa Wenzao Ursuline adalah beberapa di antara institut yang dikelola gereja yang ternama.

Gereja mengelola tujuh rumah sakit besar dan sekitar 100 panti jompo yang menawarkan layanan kesehatan.

Pelayanan pastoral kepada para imigran dari berbagai negara merupakan bagian utama dari pelayanan Gereja.

Tags: Gereja Katolik di TaiwanUskup John Lee Juo-wang
SendShare66Tweet41Send
Next Post
Suster dan Pastor di Flores Advokasi Belasan Anak Asal Jawa Barat yang Diperkerjakan di Tempat Hiburan Malam

Suster dan Pastor di Flores Advokasi Belasan Anak Asal Jawa Barat yang Diperkerjakan di Tempat Hiburan Malam

Gereja Katolik di Kongo Jadi Sasaran Serangan Bom

Gereja Katolik di Kongo Jadi Sasaran Serangan Bom

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net