Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

SVD Bantah Tudingan Konspirasi dalam Kasus Imam yang Dipecat di Timor-Leste

Pastor Jose Nicolas Espinosa, sekretaris jenderal dan juru bicara Kongregasi SVD yang berbasis di Roma, mengatakan “proses investigasi terhadap Daschbach membuktikan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur adalah benar.”

23 Agustus 2021
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
Sidang Lanjutan Kasus Pelecehan Seksual Mantan Imam di Timor-Leste Ditunda

Richard Daschbach, mantan imam kelahiran Amerika Serikat yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Timor-Leste. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Seorang pimpinan Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD) membantah adanya “konspirasi” dan “tuduhan palsu” terhadap Richard Daschbach, yang dipecat dari imamat karena pelecehan seksual yang dilakukan di Timor-Leste.

Pastor Jose Nicolas Espinosa, sekretaris jenderal dan juru bicara Kongregasi SVD yang berbasis di Roma, mengatakan “proses investigasi terhadap Daschbach membuktikan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur adalah benar.”

Sebagaimana dilansir UCA News, media Katolik Asia, pendukung eks imam kelahiran Amerika yang berusia 84 tahun itu menuding  bahwa tuduhan yang menyebabkan pemecatannya dari imamat oleh Vatikan pada November 2018 adalah “palsu” dan bahwa dia adalah “korban konspirasi.”

“Pemecatannya dari kongregasi dan status sebagai klerus membuktikan bahwa SVD bertindak cepat dan memadai untuk memastikan hukuman gerejawi untuk Daschbach,” kata Pastor Espinosa dalam wawancara yang diterbitkan oleh portal berita Timor-Leste Tempo Timor pada 19 Agustus.

Dia membantah tuduhan bahwa pemecatan Daschbach disebabkan oleh para imam SVD di Timor-Leste yang ingin merebut tanah dan uang Topu Honis, rumah singgah di Kutet yang didirikan oleh Daschbach pada tahun 1993m di mana dia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Baca Juga

Kardinal Müller dan Schönborn: Penahbisan Perempuan dalam Gereja Katolik itu Mustahil

Paus Fransiskus Buka Jalan Beri Gelar Santo bagi Beato Carlo Acutis

Gereja Katolik dan Gereja Baptis Jadi Sasaran Serangan Udara Militer Myanmar di Negara Bagian Chin

Pemilu AS: Joe Biden yang Katolik Tidak Disukai Mayoritas Pemilih Katolik

“Tanah dan uang itu milik Topu Honis. Karena itu, SVD sama sekali tidak bisa mendapatkan tanah dan uang Topu Honis,” kata Pastor Espinosa.

“Sejak awal, SVD telah menangani kasus ini sesuai dengan protokol Gereja tentang masalah pelecehan seksual.

Pastor Espinosa merinci serangkaian proses yang diikuti sebelum memecat Daschbach, termasuk perihal bagaimana Daschbach “mengakui tuduhan itu” dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan SVD dan mengatakan bahwa itu “100 persen benar.”

Dia mengatakan Daschbach telah “mengkhianati kepercayaan para korban, para donor dan pimpinan  SVD” dan menambahkan bahwa “SVD selalu mendukung para korban.”

Dia mengimbau kepada masyarakat Timor-Leste untuk mendukung otoritas sipil dalam proses hukum.

“Kami percaya bahwa untuk membantu menyembuhkan luka para korban dan untuk mencegah kejahatan serupa, diperlukan pengadilan yang adil,” kata Espinosa.

Daschbach didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis muda, memiliki pornografi anak dan kekerasan dalam rumah tangga. Dia menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara. Dia juga dicari di Amerika untuk kasus dugaan penipuan kawat.

Persidangan di Timor-Leste dimulai pada Februari tetapi ditunda beberapa kali, di mana Daschbach menjadikan pembatasan Covid-19 sebagai alasan untuk tidak hadir di pengadilan.

Dia terus menikmati dukungan di negara mayoritas Katolik itu, di mana banyak yang masih menganggapnya sebagai pahlawan karena membantu dalam perjuangan kemerdekaan dari Indonesia.

Pendukungnya telah menggunakan media sosial untuk melancarkan serangan terhadap tersangka korbannya dan mereka yang mendukung mereka, termasuk jaksa penuntut umum dan organisasi non-pemerintah.

Pada 18 Agustus, polisi menangkap Agustinho Caet, salah satu pendukungnya, karena serangan  agresifnya terhadap para korban dan pendukung mereka.

Aria

Tags: Richard DaschbachSVDTimor Leste
SendShare71Tweet44Send
Next Post
Penembakan Biarawati di Sudah Selatan: Disebut Sebagai Martir, Mendapat Perhatian Paus Fransiskus

Penembakan Biarawati di Sudah Selatan: Disebut Sebagai Martir, Mendapat Perhatian Paus Fransiskus

Gelar Konferensi Nasional, Umat Katolik Indonesia Tegaskan Komitmen Jaga Pancasila

Keuskupan Agung Jakarta Kembali Berlakukan Ibadah Tatap Muka di Gereja

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net