Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

HUT ke-78, Uskup Jayapura Berharap Vatikan Segera Tunjuk Penggantinya

Uskup yang lahir di Lembata, Nusa Tenggara Timur pada 4 November 1943 mengatakan, ia telah mengajukan surat permohonan pensiun kepada Sri Paus sejak tiga tahun lalu.

5 November 2021
in Headline, Nusantara
Reading Time: 1 min read
HUT ke-78, Uskup Jayapura Berharap Vatikan Segera Tunjuk Penggantinya

Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar. OFM (Foto : Ist)

Katoliknews.com – Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar OFM berulang tahun ke-78 pada Kamis, 4 November.

Ia pun mengatakan sudah lama merindukan Sri Paus Fransiskus mengumumkan nama pengantinya.

Uskup yang lahir di Lembata, Nusa Tenggara Timur pada 4 November 1943 mengatakan, ia telah mengajukan surat permohonan pensiun kepada Sri Paus sejak tiga tahun lalu.

“Saya sudah mengajukan permohonan pensiun sebelum genap 75 tahun,” katanya kepada Tabloid Jubi.

Ia menjelaskan hingga kini permohonan pensiunnya belum pernah dijawab oleh Sri Paus Fransiskus.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

“Sampai sekarang saya menantikan jawaban permohonan pensiun saya dengan rindu yang besar. Ternyata belum ada tanggapan. Mengapa begitu? Tanya Sri Paus,” katanya.

Salah satu aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jayapura, Soleman Itlay menyatakan umat Katolik juga merindukan Sri Paus Fransiskus mengumumkan Uskup Jayapura yang baru.

Itlay sendiri setiap Minggu berunjuk rasa untuk menyuarakan harapan agar Sri Paus berkenan menunjuk imam Katolik asli Papua sebagai Uskup Jayapura yang baru.

Itlay meyakini sudah saatnya pastor Katolik asli Papua ditunjuk menjadi Uskup.

“Sekarang banyak pastor Papua yang memenuhi syarat,” katanya.

Gereja Katolik di Papua sudah mencapai usia 127 tahun, semenjak Corneles de Cocq d’Armandville menginjak kaki pertama kali di Skroe Fak-Fak Papua 22 Mei 1894.

Itlay menyatakan untuk menggembalakan umat Katolik di Tanah Papua, dibutuhkan peran pastor dan Uskup Katolik asli Papua.

“Sekarang waktunya orang Papua bisa pimpin kasih kesempatan kepada orang Papua untuk sama sama gembalakan domba-domba di Tanah Papua,” kata Itlay.

Tags: JayapuraKeuskupan JayapuraPapua
SendShare191Tweet120Send
Next Post
Pejuang Kemanusiaan Suster Eustochia, SSpS, Tutup Usia

Pejuang Kemanusiaan Suster Eustochia, SSpS, Tutup Usia

Uskup Padang: Mari Rawat Kebhinekaan

Uskup Padang: Mari Rawat Kebhinekaan

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net