Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

Dari Civitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Seluruh Indonesia untuk Jokowi di Istana: Anda Makin Jauh dari Semangat Reformasi

Civitas akademika sekolah tinggi filsafat dan teologi seluruh Indonesia meminta kepada Presiden Jokowi serta para pemangku jabatan negara serta aparat pemerintahan untuk menyelenggarakan Pemilu 2024 ini secara jujur, adil, langsung, bebas, dan rahasia.

5 Februari 2024
in Headline, Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Dari Civitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Seluruh Indonesia untuk Jokowi di Istana: Anda Makin Jauh dari Semangat Reformasi

Katoliknews – Civitas akademika sekolah tinggi filsafat dan teologi seluruh Indonesia menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin jauh dari semangat Reformasi 1998. Hal ini merespons langkah Jokowi yang membiarkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka ikut berkontestasi dalam Pemilu 2024 yang ditandai skandal etik di Mahkamah Konstitusi dan tidak netralnya aparat.

“Kami mengawasi, khususnya sejak keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang meloloskan putra Anda menjadi calon wakil presiden, Anda makin menjauh dari harapan pemilih Anda, terutama menyangkut netralitas sikap Negara dan kontinuitas perjuangan Reformasi melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelbagai bentuknya,” kata mereka dalam press rilis yang diterima media ini Senin (5/2/2024).

Civitas akademika itu tergabung dalam forum “Seruan Jembatan Serong II. Adapun Jembatan Serong merujuk pada nama sebuah jembatan sekitar 100-an meter dari Kampus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jalan Cempaka Putih Indah Nomor 100 A, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Dari kampus STF Driyarakara diwakili oleh rektornya, Dr. Simon Petrus Lili Tjahdjadi. Kemudian Prof. Dr. Armada Riyanto dari STFT Widya Sasana-Malang; Dr. Elias Tinambunan dari STFT Santo Yohanes-Pematang Siantar; Dr. Otto Gusti Madung dari IFTK Ledalero-Maumere; Dr. CB Mulyatno dari Fakultas Teologi Wedabhakati-Yogyakarta; Dr. Barnabas Ohoiwutun dari STF Seminari Pineleng-Minahasa; dan Drs. Y.Subani dari Fakultas Filsafat Widya Mandira-Kupang.

Forum itu mengatakan, Pemilihan Umum yang jujur dan adil adalah langkah penting dari setiap proses peralihan pemerintahan dan lembaga perwakilan di Indonesia, sejak Reformasi 1998.

Baca Juga

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati, Kebersihan Ekologis

“Dua asas ini bukan saja untuk menjamin setiap suara dihargai, melainkan lebih dari, sebagai ajaran etika politik,” demikian bunyi seruan itu.

Selaras dengan seruan serupa yang disuarakan pada 27 November 2023 lalu dalam “Seruan Jembatan Serong”, forum itu menyatakan, “Negara ini tidak boleh dikorbankan demi kepentingan kelompok atau pelanggengan kekuasaan keluarga.”

Pasalnya, mereka menyebut, “Sesuai Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, Negara Indonesia berdiri agar setiap rakyatnya hidup ‘merdeka,bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.’”

Mereka juga menyerukan kepada seluruh pemangku jabatan Negara dan aparat pemerintahan mengingat kembali sumpah jabatan untuk berbakti kepada Nusa dan Bangsa serta memenuhi kewajiban dengan seadil-adilnya.

“Kami meminta Anda berkompas pada hati nurani dan berpegang secara konsekuen pada Pancasila, dasar filsafat dan fundamen moral kita,” kata mereka.

Selain itu, mereka meminta para pemangku jabatan Negara dan aparat pemerintahan “untuk kembalikan keluhuran eksistensi Indonesia dengan menghormati nilai-nilai politik yang diwariskan para pendiri bangsa, bukan malah merusaknya lewat berbagai pelanggaran konstitusional dan akal-akalan undang-undang yang menabrak etika berbangsa dan bernegara.”

“Hentikan penyalahgunaan sumber daya Negara untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan. Selain kepada hukum dan prinsip demokrasi, Anda bertanggung jawab kepada Tuhan.”

Forum itu juga menyerukan kepada seluruh warga pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari mendatang secara bijak, dengan antara lain mencermati rekam jejak para calon presiden dan partai pendukungnya, dalam kesetiaan mereka pada penegakan HAM dan komitmen menghapus praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Mari berdoa, berjuang dan bersaksi bagi Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil,” pungkas mereka.

Tags: FilsafatPemilu JurdilPilpres 2024Presiden JokowiSeruan Jembatan Serong IISTF Driyarkarateologi
SendShare16Tweet10Send
Next Post
Polisi di China Tangkap 200 Orang Kristen yang Tolak Doktrin Teologis dari Lembaga Negara

Polisi di China Tangkap 200 Orang Kristen yang Tolak Doktrin Teologis dari Lembaga Negara

Paus Fransiskus Serukan Keadilan dan Dialog di Belarusia

Paus Fransiskus Ucapkan Selamat kepada Penerima ‘Zayed Award 2024,’ termasuk NU dan Muhammadiyah

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net