Minggu, April 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Ini Enam Tuntutan Rektor Perguruan Tinggi Katolik Seluruh Indonesia Menjelang Pemilu 2024

“Praktik penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, korupsi dan nepotisme serta penegakan hukum yang semakin menyimpang dari semangat reformasi dan konstitusi negara telah mengoyak hati nurani dan rasa keadilan bangsa Indonesia,” kata para rektor

6 Februari 2024
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Ini Enam Tuntutan Rektor Perguruan Tinggi Katolik Seluruh Indonesia Menjelang Pemilu 2024

Para rektor dan ketua perguruan tinggi Katolik sedang membacakan pernyataan sikap mereka di Surabaya pada 3 Februari 2024 terkait situasi menjelang Pemilu.

Katoliknews — Rektor Perguruan Tinggi Katolik seluruh Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) resah dengan dinamika politik di Tanah Air menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum pada 14 Februari mendatang.

“Praktik penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, korupsi dan nepotisme serta penegakan hukum yang semakin menyimpang dari semangat reformasi dan konstitusi negara telah mengoyak hati nurani dan rasa keadilan bangsa Indonesia,” kata mereka (APTIK) dalam surat pernyataan sikap yang salinannya diterima media ini.

Forum itu melayangkan  enam tuntutan kepada pemerintah atau para pemangku jabatan Negara serta aparat pemerintahan.

  1. Presiden dan segenap jajarannya harus menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan azas-azas pemerintahan yang baik serta memegang teguh sumpah jabatannya sesuai tugas pokok dan fungsinya, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan memerangi kolusi, korupsi dan nepotisme serta melakukan penegakan hukum dengan tidak menggunakan sistem tebang pilih dan selalu menjunjung tinggi etika dalam bekerjanya.”
  2. Penyelenggara pemilu menjunjung tinggi azas pemilu yang LUBER JURDIL untuk menjamin hak setiap orang yang memiliki hak pilih agar dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas sesuai dengan hati nuraninya tanpa mendapat tekanan dalam bentuk apapun.
  3. Aparat negara baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Republik Indonesia Indonesia (POLRI) selalu bersikap netral dan tidak memihak pada pihak-pihak tertentu.
  4. Negara wajib menghormati, melindungi dan memenuhi hak kebebasan berekspresi setiap warga negaranya sebagai bagian dari hak asasi manusia.
  5. Mengutamakan pendekatan damai tanpa kekerasan dalam masa kampanye sampai dengan saat pelaksanaan pemilihan umum dan sesudahnya.
  6. Semua Perguruan Tinggi di Indonesia terlibat aktif melakukan pemantauan dan pengawasan di saat pemilihan umum.

Pernyataan itu disampaikan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 3 Februari lalu. Ada dua puluhan rektor yang ikut menandatanginya.

Mereka antara lain Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., PhD., Apt (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya), Prof. Dr. Johanis Ohoitimur (Universitas De Lassalle Manado), Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. (Universitas Sanata Dharma), dan Dr. Ferdinandus Hindiarto, S.Psi., M.Si. (Universitas Katolik Soegijapranata).

Baca Juga

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Jelang Kunjungan Paus, Tokoh-Tokoh Agama Deklarasi Komitmen untuk Peduli Persoalan Lingkungan

Kemudian Dr. M. Hadi Santoso, S.E., M.M. (Universitas Widya Dharma Pontianak), (Prof. Tri Basuki Joewono Ph.D. (Universitas Katolik Parahyangan), Arief Widya Prasetya, M.Kep., Ners (Sekolah Tinggi Kesehatan St. Vincentius a Paulo), Fr. Dr. Klemens Mere, S.E., M.Pd.,M.M., M.H., M.A.P., M.Ak. BHK (Universitas Katolik Widya Karya Malang), dan Dr. Wihalminus Sombolayuk, SE., M.Si (Universitas Atma Jaya Makasar).

Selanjutnya Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si. (Universitas Katolik Musi Charitas Palembang), Siprianus Abdu, S.Si, S.Kep, Ns, M.Kes. (STIK Stella Maris Makassar), Yulia Wardani, MAN( STIKes Panti Rapih Yogyakarta), Mestiana Br Karo S.Kep., Ns., M.Kep.,DNS/Sr. M. Felicitas FSE (STIKES Katolik St. Elisabeth Medan), Ns. Elizabeth Ari Setyarini, S.Kep.,M.Kes., AIFO (Universitas Santo Borromeus Bandung).

Lalu Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S. (K) (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta), Adrian Adiredjo OP., STL., MA.,S.Th.D. (Universitas Katolik Dharma Cendika Surabaya), P. Dr. Philipus Tule, SVD (Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang), Sr. Veronica Dwiatmi Widyastuti, CB. M.Pd (STIK Sint Carolus, Jakarta), Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phil. (Universitas Katolik Weetebula),Henny Y. Pongantung, Ns., MSN, DN.Sc (Sekolah Tinggi Kesehatan Gunung MariaTomohon), Prof. Dr. Maidin Gultom, SH., M.Hum. (Universitas Katolik St. Thomas, Medan), dan  Augustinus Widyaputranto, M.Si. (Direktur Program APTIK).

Tags: Akademisi KatolikAsosiasi Perguruan Tinggi KatolikPemilihan presidenPilpres 2024
SendShare9Tweet6Send
Next Post
Kardinal Suharyo Singgung ‘Dosa Ekologis’ Sebagai Pemicu Covid-19

Kardinal Suharyo Respons Kritik Sivitas Akademika terhadap Jokowi, Apa Katanya?

Dua Rektor Perguruan Tinggi Katolik Tolak Permintaan Buat Video Testimoni Positif untuk Jokowi

Dua Rektor Perguruan Tinggi Katolik Tolak Permintaan Buat Video Testimoni Positif untuk Jokowi

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net