Katoliknews — Forum Orang Muda Lintas Iman mendorong Pemilu 2024 ini diselenggarakan secara jujur dan adil serta tetap menjaga persatuan kendati berbeda pilihan. Mereka Mengingatkan agar proses politik ini menghasilkan pemimpin berkualitas.
Hal ini mengemuka dalam deklarasi Orang Muda Lintas Iman di Forum Titik Temu Orang Muda di Epicentrum XXI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 3 Februari 2024.
Forum ini diinisiasi oleh Jaringan GUSDURian, Nurcholis Madjid Society, dan Ma’arif Institute. Mereka bekerja sama dengan Pusat Studi Al-Quran (PSQ) dan TEMBANG [Temu Kebangsaan Orang Muda: Jaringan Gusdurian, Komisi Kepemudaan Waligeraja Indonesia (Komkep KWI), Biro Pemuda dan Remaja (BPR) PGI, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), serta Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (DPN Peradah)].
“Pemilu 2024 harus menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, yang menjaga kedaulatan suara warga dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan tidak mementingkan kelompok tertentu, tidak meninggalkan dan meminggirkan satu pun elemen bangsa,” demikian salah bunyi butir deklarasi yang mereka suarakan.
Mereka juga mendorong Pemilu 2024 harus diarahkan bagi terbentuknya pemerintahan yang lahir dari proses yang bermartabat, jujur, adil, dan bebas dari kecurangan terutama pengerahan kekuatan struktur negara.
“Aparatur dan alat negara, penyelenggara pemilu, termasuk aparat keamanan, aparat pertahanan, dan aparat penegak hukum harus terjaga netralitasnya.”
Selain itu, kata mereka, Pemilu 2024 harus diarahkan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang berpihak pada ekonomi berkelanjutan dengan menyediakan lapangan kerja dengan upah layak, pemenuhan hak-hak pekerja, dan pelibatan seluruh elemen bangsa dalam perencanaan pembangunan yang berpihak pada pelestarian lingkungan hidup.
Hal lain adalah Pemilu 2024 harus menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkomitmen pada penegakan hukum yang berkeadilan dan berpihak pada pemberantasan korupsi; menghadirkan penyelenggaraan negara yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat dan Hak Asasi Manusia terutama dalam penyelenggaraan pelayanan publik dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan yang inklusif bagi semua orang.
Adapun Forum Tititk Temu Orang Muda ini merupakan ruang bagi kaum muda untuk memahami dan mengkritisi visi-misi serta program dari tiga pasangan calon presiden 2024 terkait isu-isu penting seperti demokrasi, hukum dan hak asasi manusia, lingkungan, serta kepemiluan.
“Kami berharap kawan-kawan muda, setelah berdiskusi dan mengkritisi visi-misi para Paslon, semakin mantap dalam menentukan pilihannya untuk turut menentukan arah demokrasi ke depan, ” kata Jay Akhmad, Koordinator Seknas Jaringan Gusdurian.
Forum ini juga menghadirkan rangkaian acara yang menarik. Tidak hanya talkshow dan diskusi, acara ini juga dimeriahkan dengan panggung budaya dan hiburan, seperti stand up comedy oleh Gigih Adiguna, dance performance oleh Sanggar Rasuna, dan music performance oleh Panji Sakti.



Discussion about this post