Katoliknews –Abraham Sridjaja menjadi satu-satunya caleg Katolik dari 21 nama caleg yang lolos ke Senayan dari 3 dapil di Provinsi DKI Jakarta plus Luar Negeri. Ia mewakili daerah pemilihan Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri.
Abraham menggeser posisi petahana, Christina Ariani yang juga sama-sama dari Partai Golongan Karya [Golkar]. Merujuk data pleno KPU pada 7 Maret 2024, Abraham meraih 60.906, terbanyak dari 6 caleg Golkar lainnya.
Golkar sendiri meraih 191.735 suara, yang mengantar mereka berhak mendapat kursi ke-3 dari 7 kursi yang disediakan di Dapil DKI II. Enam kursi lainnya didapat oleh PKS 2 kursi, kemudian PDIP Gerindra, PKB, PAN masing-masing satu kursi.
Siapa Abraham Sridjaja?
Abraham adalah politisi pendatang baru yang langsung sukses merebut salah satu kursi di gedung parlemen Republik Indonesia.
Mas Abam, sapaannya, lahir pada 20 Juni 1992 di Kota Surabaya, yang dikenal sebagai kota toleran. Ia merintis karier dari bawah sebagai advokat dan pengusaha bisnis startup.
Ia menyelesaikan studi Sarjana Hukum di Universitas Airlangga, Suarabaya lalu melanjutkan jenjang S2 Studi Magister Hukum di Universitas Indonesia, dan S3 Program Doktor Ilmu Hukum yang masih dijalani hingga sekarang di Universitas Airlangga.
Sebelum terjun ke dunia politik, kariernya di dunia advokat meraih beberapa prestasi, seperti delegasi Indonesia dalam Pertemuan Pemuda Dunia PBB tahun 2018 dan masuk dalam list “10 Pemuda Terbaik” menurut Junior Chamber International.
Di dunia bisnis, kiprahnya juga tak kalah mentereng. Ia mengikuti sekolah wirausaha di Harvard Business School Entrepreneur dan kerap mengajarkan ilmunya kepada generasi muda melalui beberapa workshopnya, yakni Success With Millenial Generation dan Start Up For Young Entrpreneur.
Selain itu, Abraham juga menjadi Direktur Utama PT. Kendaraan Listrik Indonesia yang mendirikan pabrik perakitan untuk Transjakarta dan bus listrik Indonesia.
Kini, dengan terpilih sebagai wakil rakyat, Abraham siap berjuang membawa aspirasi rakyat di ruang parlemen di Senayan.



Discussion about this post