Katoliknews – Gambaran beragam tentang Gereja Katolik global muncul dalam publikasi terbaru Vatikan yang menyoroti peningkatan jumlah umat Katolik di samping penurunan panggilan religius dan rohaniwan
Melansir licas.news, Buku Tahunan Kepausan 2024 dan Buku Tahunan Statistik Gereja 2022, yang kini tersedia di toko buku, menawarkan pandangan komprehensif tentang kehidupan dan tren Gereja Katolik mulai 1 Desember 2022 hingga 31 Desember 2023.
Buku tahunan ini melaporkan perubahan administratif yang signifikan dalam hierarki Gereja, termasuk pembentukan Takhta Episkopal dan Administrasi Apostolik yang baru, serta peningkatan takhta yang sudah ada. Penyesuaian struktural ini mencerminkan adaptasi berkelanjutan Gereja terhadap kehadiran globalnya.
Laporan itu menyebut, secara global, jumlah umat Katolik yang dibaptis meningkat menjadi 1,390 miliar pada tahun 2022, meningkat 1,0% dari tahun sebelumnya. Tingkat pertumbuhan bervariasi antar benua, dengan Afrika mengalami peningkatan sebesar 3%. Wilayah Amerika dan Asia juga mengalami pertumbuhan, sejalan dengan tren demografi, sementara Eropa dan Oseania tetap stabil.
Jumlah uskup sedikit meningkat, dengan pertumbuhan yang signifikan di Afrika dan Asia, kontras dengan sedikit penurunan di Eropa dan stabilitas di Amerika dan Oseania.
Sebaliknya, jumlah imam global mengalami sedikit penurunan, melanjutkan tren yang terlihat sejak tahun 2012. Penurunan ini kontras dengan peningkatan signifikan dalam jumlah diakon tetap, yang menunjukkan adanya pergeseran dalam kepemimpinan Gereja dan peran pelayanan.
Diakon melihat pertumbuhan di semua benua, khususnya di Amerika dan Eropa, di mana mereka merupakan mayoritas.
Laporan tersebut juga menunjukkan adanya kontraksi dalam jumlah laki-laki yang mengaku religius dan penurunan tajam dalam jumlah perempuan yang mengaku religius, dengan variasi di berbagai wilayah.
Afrika dan Asia Tenggara mengalami peningkatan jumlah perempuan beragama, sementara wilayah lain mengalami penurunan yang signifikan.
Tren penurunan jumlah seminaris terus berlanjut, menandakan tantangan yang terus berlanjut dalam panggilan imam. Meskipun Afrika mengalami peningkatan, wilayah lain, terutama Amerika dan Eropa, mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan dinamika lokal yang beragam dalam Gereja global.



Discussion about this post