Sabtu, April 11, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home FMM

“Kembali ke Karisma Asali”:  FMM Menyonsong Usia 150 Tahun 

13 September 2024
in FMM, Headline, Ordo Katolik, Regina Pacis, Spiritualitas
Reading Time: 3 mins read
“Kembali ke Karisma Asali”:  FMM Menyonsong Usia 150 Tahun 

Para Suster FMM. Foto: istimewa.

Katoliknews. com — Tarekat Fransiskan Misionaris Maria atau akrab dengan sebutan FMM menyonsong momen penuh rahmat, yaitu yubileum 150 tahun. Perayaan akbar ini akan dilaksanan pada 2027 mendatang.

Menyonsong dan merayakan momen ini, para FMM  berikhtiar untuk kembali karisma asali dan menghidupkan kembali komitmen untuk menghayatinya dengan penuh antusias dan semangat.

Ini sesuai ajakan  Paus Fransiskus yang mengatakan, “The founders are our roots, not so that we can follow them in any way, but so that it will bear fruit. To return to the beginnings… of our Institutes is to go to that root to drink from it, as from a fountain, and to be able to respond in a just manner.”

Logo Yubileum 150 Tahun FMM. Foto: istimewa

Karena itu, perayaan yubileum ini bertema: “Yes, God wishes to breathe forth Himself through us. “Here I am!”, yang  diambil dari tulisan Ibu Pendiri Marie de la Passion ketika ia mengalami keputusasaan karena segala macam kekhawatiran. Ia mengalihkan pandangannya dari kekhawatiran dan bebannya dan mengarahkannya ke Cinta Tritunggal yang ada dalam ciptaan, dalam diri manusia, dalam aktivitas, dalam sejarah. Kemudian ia mengembalikan segalanya kepada Tuhan.

Dari India untuk Dunia

Baca Juga

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati, Kebersihan Ekologis

Tarekat FMM didirikan pada 6 Januari 1877 di Ootacamund, India oleh Hélène de Chappotin yang dikenal dengan nama religiusnya Marie de la Passion. Ia lahir di Nantes, Prancis pada 21 Mei 1839.

Di masa-masa awal FMM, Marie de la Passion dan para susternya hidup dan  menderita karena banyak hal. Namun, mereka menerima dan menjalaninya dengan sukacita.

Karena itu, menyadari bahwa Tarekat lahir dari perjuangan, kesulitan, dan tantangan yang tidak mudah, para Suster FMM merasa bertanggung jawab untuk menjaga warisan berharga ini dengan menjadi semakin berakar kuat dalam karisma Ibu Pendiri dan menghidupinya dengan setia dan sukacita setiap hari.

Marie de la Passion pernah berkata, “Jika tarekat ini karyaku, ia akan mati bersamaku, namun jika Tarekat adalah karya Tuhan, ia akan tetap hidup.”

Saat ini ada sekitar 5.000 suster FMM yang melayani di 71 negara di lima benua. Di Indonesia, komunitas-komunitas FMM tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Flores. Sekolah Regina Pacis di Jakarta, Bogor, Baubau, Bajawa, RS Teresia di Jambi, merupakan beberapa karya pelayanan yang dianugerahkan Tuhan bagi para Suster FMM untuk melanjutkan misi yang diwariskan oleh Marie de la Passion, yakni menghadirkan Yesus bagi dunia dan sesama.

 Dari Misionaris Maria menjadi Fransiskan Misionaris Maria

“Saya telah menemukan jalan kembali ke St. Fransiskus ….. semangat St. Fransiskus sungguh merupakan jalanku.” Tanggal 4 Oktober 1882 pada peringatan 700 tahun kelahiran St. Fransiskus Asisi, Marie de la Passion diterima dalam Ordo Ketiga Regular.

Anugrah ini dikukuhkan dengan pemberian mantol Pater Bernadino Portogruaro, Minister General OFM kepada Tarekat FMM.

Para Suster FMM dengan Minister General OFM Pater Massimo Fussarelli OFM. Foto: istimewa

Dalam suratnya kepada Marie de la Passion dan putri-putrinya pada 6 Januari 1886, Pater Bernadiono menyatakan begini:

“Lihatlah, mantol ini, simbol perlindungan  yang akan selalu diberikan oleh Bapa kita St. Fransiskus dan putra-putanya kepada para Fransiskan Misionaris Maria; inilah mantol yang dibawahnya para Misionaris Maria akan selalu mempunyaihak untuk bernaung di dalamnya.”

Marie de la Passion dalam perjuangannya di masa-masa awal pendirian Tarekat mendapat perlindungan dan dukungan di bawah mantol Fransiskus.

Sebuah Ajakan

Dalam persiapan rohani ini [menyonsong yubelium 150 tahun], para suster FMM mengenang kembali dan mensyukuri anugrah ini: Anugerah yang memberi kekuatan namun juga membawa konsekuensi untuk semakin meneladan St. Fransiskus.

Seperti yang diharapkan oleh Marie de la Passion, “…. marilah kita mengingat nasihat dari Pater General kita, ‘Bahwa ketika jumlah kita bertambah, kita harus mengurangi penilaian kita sendiri, sehingga menjadi cukup kecil untuk menemukan tempat di bawah mantol serafik yang terberkati.”

Sr. Andriana FMM, tinggal di Komunitas FMM Emaus, Bogor

SendShare12Tweet7Send
Next Post
Romo Benny: Elit Politik Jangan Provokatif

In Memoriam Romo Benny Susetyo: Imam Katolik yang Cebur ke Kolam Keruh Politik

Kardinal: Proses Pemilihan dan Peran Mereka dalam Gereja Katolik

Selayang Pandang Gelar “Kardinal” dalam Gereja Katolik

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net