Katoliknews – Mgr. Max Regus dalam buku terbarunya, Trilogi Pemikiran Paus Fransiskus (OBOR, 2026) mengelaborasi pemikiran sang Paus dalam tiga spektrum: Iman, Alam, dan Persaudaraan.
Diakui Mgr. Max–demikian ia karib disapa–dalam bagian prakata, ide penulisan buku ini karena dua faktor.
Pertama, kekaguman personal terhadap Paus Fransiskus yang mewujudkan semangat misionaris Gereja dengan kejelasan terutama posisi welas asih kegembalaannya.
Kedua, dari sisi urgensitas, karena baik ensiklik-ensiklik maupun tulisan-tulisan Paus Fransiskus tidak menawarkan teori-teori abstrak, tetapi menggagas dan memperlihatkan jalur transformasi konkret bagi Gereja dan dunia dewasa ini.
Ke Kedalaman Isi
Uskup Max yang adalah Profesor Sosiologi Agama melihat iman, alam, dan persaudaraan merupakan tiga kata kunci untuk meringkas jejak panjang refleksi, pelayanan, dan perjuangan Paus Fransiskus (1936-2025) sebagai pribadi, imam, uskup, kardinal, dan kemudian paus. Ketiga kata kunci ini merupakan satu-kesatuan yang utuh.

Pertama, iman atau Faith. Iman merupakan inti dari visi Paus Fransiskus. Dalam pandangan Paus Fransiskus pada ensiklik Lumen Fidei (2013), iman menyentuh dua aspek penting, yaitu bukan sekadar proses pengejaran individu, tetapi juga realitas komunal yang memanggil umat beriman (Gereja) untuk bertindak dalam solidaritas dengan orang lain dan alam semesta seluruhnya.
Kedua, alam. Paus dalam ensiklik Laudato Si (2015) memandang alam ini sebagai rumah bersama. Karena itu, perlu dijaga. Dia mengusulkan sebuah kerangka berpikir baru, yakni ekologi integral-yang melihat alam sebagai satu kesatuan utuh. Cara berpikir ini untuk mengoreksi pola pikir modern yang menempatkan manusia sebagai sentral dan berdampak pada alam hanya dilihat sebagai objek untuk melayani kebutuhan manusia.
Ketiga, persaudaraan. Dalam pandangan Paus Fransiskus yang terlihat jelas dalam ensiklik Frateli Tutti, persaudaran merupakan jalan menuju perdamaian sejati dan persahabatan sosial. Dia mengkritik dunia yang eksklusif dan dominasi satu terhadap yang lain. Sebaliknya, dia menawarkan langkah konkret untuk menciptakan persaudaraan sejati, seperti solidaritas dan subsidiaritas.
Undangan Pertobatan
Mgr Anton Subianto Bunjamin OSC, Ketua KWI dan Uskup Bandung, dalam testimoni untuk buku karya Mgr. Max tersebut mengatakan, buku karya Uskup Labuan Bajo itu menggerakkan pembaca pada pertobatan yang ditawarkan oleh Paus Fransiskus.
“Dengan membaca buku Trilogi Pemikiran Paus Fransiskus, kita akan makin tergerak untuk mencari dan mendekati Tuhan hingga iman makin berkembang baik secara personal maupun komunal dan makin membawa sukacita,” tulis Mgr. Anton, sapaannya.
Ia menambahkan, “Kita pun makin terdorong untuk melakukan pertobatan ekologis hingga kita makin peduli untuk melestarikan alam semesta sebagai rumah kita bersama.”
“Buku ini mengajak kita untuk mewujud-nyatakan buah iman dengan makin mau dan mampu membangun persaudaraan sejati dengan tulus yang mengakui dan mencintai semua orang sebagai saudara,” pungkasnya.
Rian Safio (Jakarta)



Discussion about this post