Katoliknews – Pastor Niko Syukur Dister OFM, imam Fransiskan sekaligus seorang teolog kenamaan di Indonesia tutup usia di negeri asalnya, Belanda, Minggu, 12 April 2026 pada usia 87 tahun.
Universitas Katolik Fajar Timur, tempat misionaris itu mengabdi selama puluhan tahun mengonfirmasi kepergian sang Teolog melalui laman facebook @Filsafat Teologi Fajar Timur pada Minggu, 12 April 2026.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Dr. Nico Syukur Dister, OFM (07 Maret 1939 – 11 April 2026),” tulis laman tersebut.
Mereka (STFT Fajara Timur-red) mengenang alamarhum sebagai “seorang misionaris, pendidik, pembimbing, dan teladan yang dengan setia mengabdikan diri bagi Gereja dan tanah Papua.”
“Melalui hidup dan pelayanannya, ia menanamkan iman, nilai, dan kasih yang terus hidup dalam banyak generasi.”
Niko Syukur Dister lahir di Maastricht (Nederland) pada tahun 7 Maret 1939 dari orang tua Yohanes H. Nikolaus Dister dan Maria Katarina. Ia memiliki dua orang saudara, Lily Dister dan Josef Dister.
Setelah selesai menempuh masa formasi, Nico ditabiskan menjadi imam pada 8 Maret 1964. Ia kemudian menempuh studi lanjut filsafat di Univesitas Katolik Leuven (Belgia) dari tahun 1965-1968 dengan perhatian khusus pada psikologi dan sejarah filsafat.
Filsafat rupanya bukan titik akhir studinya, pada 1968 hingga 1971, ia menempuh pendidikan spesialis dalam bidang teologi di Wilhelmsuniversitaet, kota Muenster, Jerman di mana waktu itu Karl Rahner dan Johan-Baptst Metz mengajar.
Dalam periode studinya di Jerman ini Nico menyelesaikan disertasi untuk Universitas Leuven di mana mendapat promosi doktor pada tahun 1972. Disertasinya berkenaan dengan Coincidentia Oppositorum in Deo/ in Infinito (Pertentangan saling Bertindih di dalam Allah atau di Dalam Yang Tak Terhingga).
Usai studi doktoral, Nico berangkat ke Indonesia untuk mengajar di STF Driyarkara, Jakarta. Di sekolah ini, Nico mengajar Teologi Dasar, Psikologi Agama, dan Metafisika.
Tahun 1983, ia bermisi ke ufuk paling timur Nusantara. Ia dipanggil untuk mengajar pada Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur–kini bertransformasi menjadi Universitas katolik Fajar Timur, Papua, sambil juga membantu di STF Driyarkara.
Di Fajar Timur, Nico mengajar banyak matakuliah teologi dan filsafat. Di bidang teologi, ia mengajar pengantar teologi, kristologi, sejarah dogma, pneumatologi. Sementara di bidang filsafat ia mengajar pengantar filsafat, sejarah filsafat, metafisika, filsafat manusia dan filsafat ketuhanan.
Di samping mengajar dia juga menjabat pimpinan SFTF Fajar Timur dari 1984 hingga 1988 dan ketua satu bidang akademik dari 1994 hingga 1998.
Puncak karier akademisnya tercapai pada 4 Juni 2005. Di Auditorium Universitas Cenderawasih, ia memberikan pidato pengukuhan dan dikukuhkan sebagai profesor teologi. Hingga kini, dialah yang mengukir sejarah tertinggi itu pada STFT Fajar Timur.
Ia menuntas kiprahnya di Fajar Timur pada tahun 2023 dan setahun setelahnya kembali ke negeri asalnya, Belanda.
Sebagai akademisi, Nico telah melahirkan karya penting bagi dunia teologi di Indonesia antara lain melalui buku: Pengantar Teologi, Psikologi Agama (Jilid 1 & 2), Teologi Sistematika (Jilid 1 & 2), dan Filsafat Kebebasan.)***
Laporan: Rian Safio (Jakarta)


Discussion about this post