Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

Pimpinan Kelompok Doa di Papua Mengaku Diri Setara dengan Yesus

5 Agustus 2019
in Headline, Nusantara, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
Pimpinan Kelompok Doa di Papua Mengaku Diri Setara dengan Yesus

Dua anggota Kelompok Doa Hati Kudus Allah Kerahiman Ilahi yang dianggap sebagai aliran sesat hadir dalam konferensi pers oleh polisi di Kabupaten Mimika, Sabtu, 3 Agustus 2019. (Foto: Kompas.com)

Katoliknews.com – Pemimpin sebuah kelompok doa di Papua  menyebut dirinya setara dengan Yesus, demikian menurut polisi.

Dua orang anggota kelompok bernama Kelompok Doa Hati Kudus Allah Kerahiman Ilahi ini telah ditangkap Kepolisian Sektor Mimika Baru, Polres Mimika, yaitu Johanis Kasamol (65), dan David Kanangopme (45), sementara pemimpin mereka Salvator Kemeubun masih buron.

Johanis merupakan mantan pejabat di lingkup Pemkab Mimika dan David masih aktif sebagai aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Mimika.

Mereka dikenakan Pasal 156a KUHP junto Pasal 55 ayat (1) terkait penodaan agama dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan kepada media pada Sabtu, 3 Agustus 2019, Salvator mengakui kepada pengikutnya bahwa dirinya sebagai putra api dan roh yang setara dengan Yesus Kristus.

Baca Juga

Obituari Pater Nico Syukur Dister OFM: Guru Fransiskan, Cahaya yang Tetap Menuntun dari Fajar Timur

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Kelompok ini hadir di Timika sejak tahun 2010. Awalnya kelompok ini mengajarkan ajaran yang sama dengan Agama Katolik. Namun, lama kelamaan kelompok ini justru menyimpang dari ajaran Katolik,” kata Agung.

Agung mengatakan, kelompok ini telah memakai kibat suci Agama Katolik. Namun, menyimpang jauh dari ajaran Katolik yang sebenarnya, di mana mereka mengganti lambang salib dengan lambang segitiga saat mengucapkan kalimat sahadat.

Sebelum menetapkan pengikut kelompok ini sebagai tersangka, kata dia, polisi telah meminta keterangan saksi ahli dari Kasi Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Mimika.

Polisi juga melakukan klarifikasi dengan Pastor Gereja Katolik Santo Stefanus Sempan Lambertus Nita, OFM.

Ia menjelaskan, kelompok ini diamankan pada Minggu, 28 Juli di tempat peribadatan mereka di Jalan Petrosea, Irigasi, Distrik Mimika Baru, setelah kepolisian mendapat laporan masyarakat.

Di tempat tersebut diamankan 1 meja kayu berbentuk segitiga warna cokelat, 2 spanduk bergambar cakra bertuliskan putra api dan roh, 1 spanduk bertuliskan cakra delapan, 2 bingkai bergambar hati malaikat bumi bertuliskan putra api, dan 4 bingkai pedoman petunjuk arah hidup.

Polisi juga mengamankan  5 kain selendang warna kuning biru dan keemasan, 1 meja papan terbungkus kain warna biru, 2 tempat untuk bakar kemenyan, 1 bantal dan 1 tikar.

Kedua tersangka yang ikut hadir dalam konferensi pers mengaku menyesali perbuatan mereka.

“Kami menyesali perbuatan kami,” kata keduanya, sambil menyebut diri mereka sebagai korban.

Tags: Kelompok Doa Hati Kudus Allah Kerahiman IlahiSalvator Kameubun
SendShare237Tweet21Send
Next Post
Jenazah Mgr Saklil Dimakamkan Pada Rabu, 7 Agustus

Jenazah Mgr Saklil Dimakamkan Pada Rabu, 7 Agustus

Pastor Magnis: Kekecewaan Pada Negara Picu Radikalisme Agama

Bukunya Terkait Marx Dirazia, Ini Reaksi Keras Romo Magnis

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net