Katoliknews.com – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua menyatakan berkomitmen untuk mengambil sikap yang lebih kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di Tanah Papua.
Alfonsa J. Wayap, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua mengatakan, ia menyadari, selama ini organisasi yang dipimpinnya “belum terlalu kritis terhadap persoalan” yang ada.
“(Karena itu) Kami siap menjadi pemuda yang kritis di tengah situasi yang krisis, untuk kebenaran dan bonnum commune (kebaikan bersama),” kata Wayap, usai audiensi dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, Selasa, 4 Februari 2020.
Seperti dilansir Jubi.co.id, ia menjelaskan, audiensi itu dilakukan dalam rangka meminta dukungan untuk rapat kerja daerah (Rakerda) II Pemuda Katolik Komda Papua.
Kapolda Waterpauw dalam arahannya menyatakan mendukung kary Pemuda Katolik dan berpesan agar mereka menjadi pemuda yang kritis, menjadi corong bagi kepentingan bersama.
“Lakukan prosedur organisasi dengan baik, buat program kerja yang dapat menyuarakan kepentingan banyak orang,” katanya.
“Jadilah pemuda yang berani menyatakan kritik jika ada yang tidak benar, terutama apabila pihak kepolisian membuat kesalahan dan perlu dikoreksi, kami siap dikoreksi. Jangan takut katakan benar dan salah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, banyak ruang bagi pemuda untuk dapat mengkritisi kinerja aparat dalam membangun tanah Papua.
“Jadilah pemuda yang dapat mengkritisi situasi melalui ruang-ruang media yang ada. Berikan masukan, saran dan pendapat di media. Buat opini, sekarang sudah banyak media, bisa dibaca dan menjadi bahan koreksi,” katanya.
“Pemuda Katolik harus berani bicara. Suarakan kebenaran, jika benar, katakan benar. Jangan diam, jadi kelihatan perannya.”
Kapolda juga meminta Pemuda Katolik agar membuat program kerja yang realistis dan bermanfaat bagi kepentingan anggota, masyarakat dan kepentingan bersama.
“Tetap semangat, latihlah dirimu menjadi berguna,” katanya.
Simon Petrus Bame, Ketua Panitia Rakerda mengatakan, kegiatan ini akan diikuti 15 cabang dari kabupaten/kota yang ada di Papua.
Ia menjelaskan, mereka akan membahas isu-isu di tanah Papua, dan bagaimana memupuk kesadaran Pemuda Katolik dalam menyikapi dan mengkritisi semua persoalan yang terjadi.



Discussion about this post