Katoliknews.com – Demi mencegah penyebaran virus corona, umat katolik di pedalaman Papua merayakan misa Minggu Palma hari ini, 5 April 2020 lewat siaran on air radio.
Minggu Palma biasa disebut sebagai pembuka pekan suci jelang Paskah. Dalam liturgi Minggu Palma, umat membawa daun palem yang nantinya akan diberkati oleh gereja.
Biasanya, pada perayaan Minggu Palma, ruangan gereja juga dipenuhi ornamen daun palem.
Pastor Paroki Kristus Penebus Hepuba Wamena, Romo John Jonga, Pr menyebutkan awalnya gereja berencana melaksanakan perayaan Minggu Palma seperti biasanya.
Hal ini dilakukan karena perlintasan manusia di Hepuba minim dari masuknya orang luar.
“Walau begitu, kami tetap cemas untuk melaksanakan perayaan Minggu Palma di gereja dengan mengumpulkan banyak umat. Apalagi kasus corona covid-19 terus meningkat,” kata Pastor John, Sabtu, 4 April, seperti dilansir Liputan6.com.
Hepuba merupakan daerah pinggiran di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Untuk ke Hepuba bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Wamena, sekitar 1 jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat.
Karena kecemasan itulah, pastor Jonga memilih melakukan misa Minggu Palma lewat siaran radio yang dipancarkan dari Wamena.
“Kami ikuti aturan dari Bapak Uskup Jayapura tetap melakukan misa secara streaming atau lewat siaran radio,” kata Pastor Jonga, menyinggung surat edaran Uskup Leo Laba Ladjar, OFM pada 19 Maret terkait ditiadakannya misa hari Minggu dan Ibadat Sabda bersama umat di gereja.
Hal yang sama juga akan dilakukan Keuskupan Agats di Asmat yang menggelar misa Minggu Palma on air lewat siaran radio FU FM 99,2 MHZ.
Misa on air Minggu Palma di Asmat akan dipimpin oleh Uskup Agats-Asmat, Mgr Aloysius Murwito.



Discussion about this post