Minggu, April 19, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Ketua Perkumpulan Strada: Sekolah Berbudaya, Sekolah yang Menghargai Pribadi Manusia

21 Februari 2021
in Berita, Headline, Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Ketua Perkumpulan Strada: Sekolah Berbudaya, Sekolah yang Menghargai Pribadi Manusia

Foto: istimewa

Katoliknews.com –Tanda dan ciri pendidikan atau sekolah yang berbudaya ialah adanya penghargaan terhadap pribadi manusia. Penghargaan itu bertitik tolak dari ide atau konsep dasar bahwa setiap orang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang unik, kaya, dan memiliki potensi diri.

Hal itu mengemuka dalam sambutan Ketua Pengurus Perkumpulan Strada Pusat Jakarta, RP Josephus Ageng Marwata SJ, pada pembukaan webinar “Strada Berbagi dalam Masa Pandemi” seri ke-6, Sabtu, 20 Februari 2021, pkl. 08.30-11.30 WIB.

Rm. Marwata, demikian ia akrab disapa, menyinggung konsep dasar dan tradisi pendidikan Ignasian yang menekankan semangat Cura Personalis (pemeliharaan pribadi dengan rasa hormat) dan persona (pribadi) sebagai tujuan dari semua proses pendidikan.

“Di dalam sekolah-sekolah Yesuit, sudah 450 tahun berbicara tentang cura personalis. Ide dasarnya ialah setiap orang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling berharga, yang memiliki keunikan, kekayaan dan potensi yang mesti dihargai, dihormati dan dimuliakan,” kata imam Serikat Yesus itu.

Dalam Cura Personalis, terang Marwata, terdapat etika dan nilai-nilai yang luar biasa yang menempatkan setiap pribadi sebagai tujuan dari seluruh proses pendidikan.

Baca Juga

Pastor Marsel Agot SVD, Penerima Penghargaan Lingkungan dan Maarif Award Meninggal Dunia

Sunyi, Tanya, Tuhan

Biarawati-Dokter Pemenang Penghargaan Magsaysay Tutup Usia

Trump Menolak Berdamai dengan Paus Leo XIV: Gedung Putih dan Vatikan Memanas

“Dalam kata ‘Cura Personalis’, yang dengan mudah diucapkan di Strada ini, ada etika di sana, ada nilai-nilai yang luar biasa bahwa manusia itu pada dirinya sendiri tidak boleh diperalat. Ia sendiri adalah tujuan dari seluruh kegiatan kita, ada penghormatan terhadap pribadi-pribadi,” ujar Mantan Rektor SMA Kolose de Brito dan Ketua Pengurus Yayasan de Brito Jogjakarta ini.

Selain itu, lanjut Marwata, dalam kata Cura Personalis juga terkandung keyakinan bahwa para guru dan anak-anak yang dipecayakan di sekolah-sekolah Strada adalah anugerah Tuhan sendiri, yang sungguh-sungguh menghendaki agar kita menumbuhkan apa yang ada pada setiap anak, yakni potensi dan kekayaan diri.

Hal ini, kata dia, mesti tercermin dan dikonkretisasi dalam sikap, tindakan dan tutur kata dalam seluruh proses pendampingan dan pendidikan peserta didik.

“Bukan hanya soal bagaimana kita menyapa anak-anak, selamat pagi, selamat siang, tetapi bagaimana kita memperlakukan mereka secara personal, satu per satu,” kata dia.

“Sekolah kita berbudaya terletak pada apakah ada penghargaan terhadap pribadi-pribadi ataukah tidak,” ujar Marwata mengingatkan para guru Strada yang hadir dalam webinar itu.

Ia mengharapkan agar para guru, dalam setiap sikap, tindakan dan tutur katanya dalam proses pendidikan sungguh-sungguh mengembangkan nilai-nilai yang berguna bagi peserta didik, terutama budaya saling menghargai dan memberi penghargaan terhadap setiap pribadi yang merupakan anugerah Tuhan.

Hadir dalam webinar ini tiga narasumber yakni B. Hendar Putranto, S.S, M.Hum, Dosen Universitas Multimedia Nusantara; Markus Budiraharjo, Ed.D, Dosen Universitas Sanata Dharma; dan Paulus Edi Sukasno, S.Sos, Kepala Cabang Strada Jakarta Pusat Barat dan Selatan Perkumpulan Strada; serta dimoderatori oleh Franciska Irene Risdyarti Kambong, Staff Khusus Bidang Pemasaran Strada Cabang Jakarta Utara.

Perkumpulan Strada Pusat Jakarta menggelar Seri “Webinar   Strada Berbagi dalam Masa Pandemi” sejak Agustus 2020 silam. Webinar dengan tema “Budaya Pendidikan untuk Membangun Sekolah Unggul” merupakan seri ke-6, setelah webinar seri ke-5 berhasil dijalankan pada Januari 2021 lalu. Masih ada dua seri webinar lagi yang akan dilaksanakan pada 27 Maret 2021 dengan tema “Pendidikan Karakter Anak Bangsa” dan 17 April 2021 dengan tema “managemen Sekolah Modern”.

Adapun Perkumpulan Strada telah berusia 96 tahun, didirikan sejak 24 Mei 1924 oleh Pastor Y. Hubbe SJ, J. Van Rijckevorsel, SJ, dan A. Van Hoof SJ. Saat ini, Perkumpulan Strada memiliki 73unit sekolah yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten dengan jumlah peserta didik mencapai 23.808 orang.

Fidelh Punter

Tags: RP Josephus Ageng Marwata SJSekolah Katolik Strada
SendShare55Tweet34Send
Next Post
Suster Kristiana Nahkodai Serikat Putri Kasih dari Santo Vinsensius a Paulo Indonesia

Suster Kristiana Nahkodai Serikat Putri Kasih dari Santo Vinsensius a Paulo Indonesia

Biarawati FMM di Flores Meninggal Saat Kebakaran Melanda Biara

Biarawati FMM di Flores Meninggal Saat Kebakaran Melanda Biara

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net