Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Paus Fransiskus Sebut Khotbah yang Panjang sebagai ‘Bencana’, Paling Lama Sepuluh Menit

Paus Fransiskus mendorong para imam untuk berkotbah “tidak lebih dari delapan sampai 10 menit” dan selalu menyertakan di dalamnya “pikiran, perasaan, dan gambaran,” sehingga “umat dapat membawa pulang sesuatu bersama mereka.”

24 Januari 2023
in Berita, Headline, Vatikan
Reading Time: 2 mins read
Bagaimana Paus Fransiskus Memandang Pekerja Seks

Paus Fransiskus. (Foto: www.nbcnews.com)

Katoliknews.com – Khotbah atau homili yang panjang dan abstrak adalah “bencana”, jadi harus dibatasi hingga 10 menit, kata Paus Fransiskus seperti dilansir Americamagazine.org.

Berbicara langsung kepada para ketua komisi liturgi keuskupan-keuskupan yang sedang berada di Institut Liturgi Kepausan, Roma, untuk berpartisipasi dalam kursus pembinaan tentang liturgi pada 20 Januari, Paus mengatakan khotbah bukanlah konferensi akademis.

“Saya kadang mendengar orang berkata, ‘Saya pergi ke paroki ini, dan ya itu pelajaran filsafat yang bagus, 40, 45 menit,’” katanya.

Paus Fransiskus mendorong para imam untuk berkotbah “tidak lebih dari delapan sampai 10 menit” dan selalu menyertakan di dalamnya “pikiran, perasaan, dan gambaran,” sehingga “umat dapat membawa pulang sesuatu bersama mereka.”

Khotbah adalah “sakramentali” untuk “dipersiapkan dalam doa” dan “dengan semangat apostolik,” katanya.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Mengubah Dunia Menuju Peradaban Cinta Persaudaraan

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

“Mendalam! Komprehensif! Kontekstual!” Pimpinan berbagai Tarekat Fransiskan Bicara tentang Buku Baru Karya Profesor Eddy Kristiyanto OFM

Namun, di Gereja Katolik, katanya, “secara umum, khotbah adalah bencana.”

Paus Fransiskus juga memperingatkan para pemimpin upacara liturgi yang mengambil peran terlalu sentral selama Misa.

“Semakin tersembunyi seorang pemimpin upacara, semakin baik,” katanya.

“Kristuslah yang membuat hati bergetar, pertemuan dengan Dialah yang menarik semangat.”

Melampaui “pengetahuan mendalam” tentang perayaan keagamaan, paus mengatakan bahwa para ahli liturgi harus memiliki rasa pastoral yang kuat untuk meningkatkan kehidupan liturgi di wilayahnya, dan bahwa perayaan keagamaan harus memupuk “partisipasi yang bermanfaat dari umat Allah” dan bukan hanya dari imam.

Pendekatan pastoral terhadap liturgi memungkinkan perayaan keagamaan untuk “memimpin umat kepada Kristus, dan Kristus kepada umat,” yang menurut Paus adalah “tujuan utama” dari liturgi dan prinsip penting dari Konsili Vatikan II.

“Jika kita mengabaikan ini, kita akan memiliki ritual yang indah, tetapi tanpa semangat, tanpa rasa, tanpa akal, karena tidak menyentuh hati dan keberadaan umat Allah,” kata Paus Fransiskus.

Paus mendorong mereka untuk menghabiskan waktu di paroki, mengamati perayaan liturgi dan membantu para imam merenungkan bagaimana mereka mempersiapkan liturgi dengan komunitas mereka.

Jika guru liturgi “di tengah-tengah umat, mereka akan segera mengerti dan tahu bagaimana mendampingi saudara-saudaranya, bagaimana menyarankan apa yang cocok dan layak untuk komunitas, dan apa langkah-langkah yang diperlukan untuk menemukan kembali keindahan liturgi dan merayakannya bersama-sama,” katanya.

Tugas ketua komisi liturgi keuskupan, kata Paus Fransiskus, adalah menawarkan kepada paroki, yakni liturgi “yang dapat ditiru, dengan adaptasi yang dapat dilakukan komunitas untuk tumbuh dalam kehidupan liturgi.”

Seorang pemimpin liturgi seharusnya tidak peduli dengan liturgi paroki hanya ketika uskup datang berkunjung dan kemudian membiarkan liturgi kembali seperti semula setelah dia pergi, kata Paus.

“Untuk pergi ke paroki dan tidak mengatakan apa-apa ketika menghadapi liturgi yang agak ceroboh, terbengkalai, tidak dipersiapkan dengan baik berarti tidak membantu umat, tidak menemani mereka,” tambahnya.

Ian Saf

Tags: Imam KatolikKhotbah yang panjangPaus Fransiskus Kritik imam yan g khotbah terlalu panjang
SendShare176Tweet110Send
Next Post
HUT Ke-43 Gereja Katolik Nanga Kantuk: Jadilah Berkat dan Biarkan Tuhan Tersenyum

HUT Ke-43 Gereja Katolik Nanga Kantuk: Jadilah Berkat dan Biarkan Tuhan Tersenyum

Paus Fransiskus: Homoseksualitas “itu bukan kejahatan. Ya, tapi itu dosa”

Paus Fransiskus: Homoseksualitas "itu bukan kejahatan. Ya, tapi itu dosa"

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net