Katoliknews.com — Michael Trias Kuncahyono, wartawan seior di harian Kompas dilantik Presiden Republik Indonesia, Joko Widodi (Jokowi) menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) untuk Takhta Suci VatiKan.
Trias menggantikan Laurentius Armrih Jinangkung yang mendapat penugasan baru dari Kementerian Luar Negeri.
Dikutip dari website resmi Sekretariat Kabinet RI, setkab.go.id, pelantikan itu berlangsung di Istana Negara di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (26 Juni 2023.)
Pengangkatan dan pelantikan Trias Kuncahyono bersama 11 dubes baru lainnya. Kesebelas dubes baru itu, antara lain: Teuku Faizasyah (Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Norwegia merangkap Republik Islandia); Ahmad Rizal Purnama (Dubes LBBP RI untuk Republik Turki); Arief (Dubes LBBP RI untuk Ukraina merangkap Republik Armenia dan Georgia).
Selanjutnya, Achmad Ubaedillah (Dubes LBBP RI untuk Brunei Darussalam); Santo Darmosumarto (Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Kamboja); Grata Endah Werdaningtyas (Dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos); I Gede Ngurah Swajaya (Dubes LBBP RI untuk Konfederasi Swiss merangkap Kepangeranan Liechtenstein); Dupito Dorma Simamora (Dubes LBBP RI untuk Republik Fiji merangkap Republik Kiribati, Republik Nauru dan Tuvalu).
Kemudian ada Meidyatama Suryodiningrat (Dubes LBBP RI untuk Rumania merangkap Moldova); Ricky Suhendar (Dubes LBBP RI untuk Republik Peru merangkap Plurinasional Bolivia); Saud Purwanto Krisnawan, Dubes LBBP RI untuk Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana, Kerajaan Lesotho, dan Kerajaan Eswatini, dan Southern African Development Community (SADC).
Trias lahir pada 11 Juni 1958. Ia menyelesaikan studi S1 Hubungan Internasional Fakultas Sosial dan Politik, Universitas Gajah Mada tahun 1983.
Alumnus Seminari Mertoyudan ini meniti karier sebagai wartawan harian Kompas. Sebelum pensiun ia sempat menduduki posisi Wakil Pemimpin Redaksi Kompas.
Trias dikenal sebagai penulis buku produktif. Selain buku Jerusalem, Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir (2008), ia juga melahirkan buku-buku lain seperti, Jalur Gaza, Tanah Terjanji, Intifada, dan Pembersihan Etnis (2009); Jerusalem 33, Imperium Romanum, Kota Para Nabi dan Tragedi di Tanah Suci (2011); Musim Semi Suriah, Anak-anak Sekolah Penyulut Revolusi (2013); Tahrier Square: Jantung Revolusi Mesir (2013).



Discussion about this post