Minggu, Juni 21, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

[Renungan Minggu Prapaskah IV] Kesanggupan Kita adalah Pekerjaan Allah

Bacaan I: 2Taw. 36:14-17a.19-23; II: Ef. 2:4-10; Injil: Yoh. 3:14-21

10 Maret 2024
in Headline, Katekese
Reading Time: 3 mins read
Suara Tuhan: Panggilan kepada Kemerdekaan Sejati

RD Eduardus Endi. Foto: dok. pribadi

Selamat berhari Minggu untuk kita semua. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu Prapaskah IV dalam kalender Liturgi Tahun B/II. Hari Minggu ini sering disebut Minggu Laetare. Istilah “Laetare” berasal dari bahasa Latin yang berarti bersukacitalah. Minggu Laetare mengingatkan kita bahwa masa Prapaskah merupakan simbol perjuangan kita umat manusia di dunia untuk mencapai sukacita abadi yang dilambangkan dengan Paskah. Bertepatan dengan perayaan Laetare ini, Gereja Katolik menempatkan bacaan-bacaan suci yang bertitik fokus pada refleksi tentang karya keselamatan yang dikerjakan Allah bagi kita manusia.

***

Dalam bacaan I yang diambil dari Kitab kedua Tawarikh, kita mendengar kisah tentang ketidaksetiaan orang-orang Israel di bawah pemerintahan Raja Zedekia. Banyak di antara mereka bahkan termasuk golongan para pemimpin dan pemuka agama menyimpang dari jalan Tuhan lalu menyembah patung buatan tangan mereka sendiri. Pewartaan dan seruan pertobatan dari para nabi sama sekali tidak didengarkan, yang terjadi malah para utusan Allah itu dihina, diejek dan diolok-olok (2Taw. 36:16). Di tengah situasi seperti, kasih Allah ternyata tidak pernah pudar. Allah tetap memilih mencintai bangsa Israel meski mereka seringkali melawan segala titah Allah. Hal ini kemudian nyata dalam cara Allah menggerakkan hati Koresh, raja negeri Persia untuk tetap mengarahkan orang-orang Israel kepada jalan yang benar. Dengan bantuan rahmat Allah, raja Koresh dengan berani memproklamirkan maklumat tentang penugasan yang diterimanya dari Allah sendiri. Maklumat ini secara amat jelas terungkap dalam 2Taw. 36:23: “Beginilah perintah Koresh, raja Persia. Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Tuhan menugaskan aku untuk mendirikan kembali rumah bagi-nya di Yerusalem.”

Dari kisah ini, kita melihat kebesaran cinta Allah terhadap umat manusia. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan, meski manusia berpaling dari wajah-Nya. Barangkali inilah menginsprasi Penulis Kitab Mazmur dalam salah satu kidungnya: “Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya” (Mzm. 145:8-9).

Selanjutnya, Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, secara gamblang memberikan kesaksian tentang karya-karya baik yang dilakukan Allah kepada semua orang pada setiap waktu dan setiap saat. Bagi Paulus, Allah adalah sosok yang kaya akan rahmat dan belaskasihan. Di sisi lain, Paulus juga mengingatkan segenap umat di kota Efesus, bahwa keselamatan bukan merupakan hasil usaha manusia, melainkan semata-mata rahmat dan pemberian Allah sendiri. Karena itu, tidak ada ruang dalam hati manusia untuk bersikap angkuh lalu menganggap diri paling hebat. Tentang hal ini, Rasul Paulus dengan tegas menulis: “…Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada orang yang memegahkan diri.” (Ef. 2:8-9).

Baca Juga

Lawatan Paus ke Spanyol: Ini Jawabannya Ketika Ditanya Dukung Madrid atau Barcelona?

Gebrakan Paus Leo XIV: Tunjuk Perempuan Awam Kepalai Dikasteri di Vatikan

Gereja Katolik di Papua Hangus Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Lilin yang Lupa Dipadamkan

Paus Leo Rilis Ensiklik Perdananya, ‘Magnifica Humanitas’, yang Menyerukan Pelucutan Senjata AI

Sekali lagi, Rasul Paulus hendak menegaskan betapa besarnya karya belaskasih yang dikerjakan Allah bagi manusia. Keselamatan itu adalah rahmat cuma-cuma dari Allah yang diberikan kepada setiap orang, tanpa terkecuali. Dan bahwa rahmat itu dianugerahkan tanpa batas dan tanpa syarat.

Masih sealur dengan refleksi yang digaungkan oleh Rasul Paulus, Penginjil Yohanes dalam perikop Injil hari ini memperlihatkan sebuah fakta iman bahwa kebaikan dan karya keselamatan Allah itu menjadi sempurna dalam diri Yesus Kristus, Putera-Nya. Yesus diutus untuk membebaskan semua orang berdosa dan menyelamatkan umat manusia dari maut dan dosa. Peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya menjadi bukti nyata solidaritas Allah bagi kita umat manusia.

***

Melalui keseluruhan bacaan suci hari ini, kita diajak untuk selalu menyadari kebaikan Allah yang kita alami setiap saat. Dalam aneka pengalaman hidup sehari-hari, kita selalu mengalami pertolongan Allah lewat sesama. Baik saat suka ataupun duka, bahagia ataupun susah, kita selalu merasakan kehadiran Allah dalam diri sesama yang berada di sekitar kita. Termasuk segala potensi dan kemampuan yang kita miliki, bukan hasil usaha kita melainkan semata-mata merupakan anugerah dari Allah bagi kita. Dengan ini, barangkali tak beralasan bila kita bersikap angkuh lalu memegahkan diri, menganggap diri paling hebat, merasa diri paling berjasa dalam hidup sesama, atau menilai diri paling benar di antara sesama. Sebab sesungguhnya, segala sesuatu yang kita miliki termasuk kesanggupan-kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah sendiri.

Marilah dalam terang bacaan-bacaan suci hari ini, kita terus membaharui diri terutama membangun komitmen untuk selalu bersyukur kepada Tuhan atas karya-karya ajaib yang dilakukan-Nya. Dan semoga pada masa Prapaskah ini, kita semakin menjadi pribadi yang rendah hati dan selalu mawas diri agar tidak terjerembab dalam godaan untuk selalu memegahkan diri serta tidak jatuh dalam dosa keangkuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

*RD Eduardus Endi, Imam Keuskupan Ruteng. Saat ini bertugas sebagai formator di Seminari Menengah Petrus van Diepen, Sorong.

Tags: Masa PrapaskahRD Eduardus EndiRenungan Katolik
SendShare42Tweet26Send
Next Post
Paus Fransiskus Pilih Putra Timor Jadi Uskup Agung Kupang

Paus Fransiskus Pilih Putra Timor Jadi Uskup Agung Kupang

Uskup Agung Kupang dari Masa ke Masa: Siapa yang Terlama?

Uskup Agung Kupang dari Masa ke Masa: Siapa yang Terlama?

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net