Katoliknews – Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sinaga keberatan dengan pencatutan fotonya pada flyer undangan Ibadah Raya Paskah yang digelar kelompok Gereja Protestan pada 18 April mendatang di Gedung Manggala Wanabakti, Gelora-Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dalam surat tertanggal 9 April 2026 dan diunggah di laman facebook @Komsos Keuskupan Sibolga, Uskup Sinaga mengatakan, keberatannya karena “pencatutatan foto tersebut dilakukan tanpa adanya komunikasi, konfirmasi, maupun izin resmi dari Keuskupan Sibolga.”

Hal tersebut, lanjutnya dalam surat itu, “berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah umat Katolik seolah-olah Uskup Keuskupan Sibolga terlibat dalam kegiatan dimaksud”.
Sinaga mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi etika komunikasi dan koordinasi dalam setiap bentuk kerja sama maupun publikasi.
Dalam surat itu, Sinaga juga menegaskan kepada pihak terkait untuk segera menarik, merevisi atau memperbaiki seluruh materi undangan atau publikasi atau flyer yang mencantumkan foto dirinya sebagai Uskup Keuskupan Sibolga.
Ia juga mengingatkan untuk “tidak lagi menggunakan foto atau identitas Uskup Keuskupan Sibolga tanpa izin resmi di kemudian hari”.
Selain itu, pihak terkait harus “memberikan klarifikasi kepada publik untuk menghindari kesalahpahaman”.
Sebelumnya, tersebar luas di media sosial flayer undangan yang ditujukan kepada “Jemaat Gereja Asal Sumatera Utara” untuk menghadiri Ibadah Raya Paskah, Prosesi Deklarasi PWGSU (Persaudaraan Warga Gereja Sumatera Utara), dan Seminar Pemuda-Pemudi Sumatera Utara.

Dalam flayer tersebut, foto Uskup Sinaga disandingkan dengan sejumlah tokoh Gereja Protestan antara lain Pendeta Krismas Imanta Barus, Pendeta Viktor Tinambunan, Pendeta Binsar J. Pakpahan, Pendeta Humala Lumbantobing, dan lain-lain.
Selain Uskup Sinaga, tokoh Katolik yang ada dalam flyer itu adalah Uskup Agung Medan Mgr. Kornelis Sipayung OFMCap. Sampai berita ini diterbitkan, Katoliknews belum mendapat sanggahan serupa dari Keuskupan Agung Medan.) ***


Discussion about this post