Jumat, April 17, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Polisi Sudah Membuka Garis Polisi di Gereja St Yosef Medan

30 Agustus 2016
in Nusantara
Reading Time: 1 min read
Polisi Sudah Membuka Garis Polisi di Gereja St Yosef Medan

Personel Gegana Brimob Polda Sumut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca peristiwa teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan, Sumatera Utara, Senin (29/8/2016). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Katoliknews.com – Aparat kepolisian sudah membuka garis polisi yang sebelumnya dipasang areal lokasi peledakan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Medan, Sumatera Utara.

Mereka membuka garis itu pada Senin sore, 29 Agustus 2016. Garis polisi itu dilepas setelah polisi menyisir kembali dan mengolah tempat kejadian perkara.

Aparat Kepolisian Resor Kota Kota Medan menyerahkan kembali pengendalian gedung Gereja kepada pengurus gereja itu.

”Ada kebaktian mahasiswa, ada karismatik, dan lainnya setiap Minggu di sini. Mulai hari ini langsung dibuka kembali,” kata Benar Ginting, Ketua Dewan Pastoral Gereja Katolik Stasi Santo Yosep seperti dikutip Viva.co.id.

Dia mengakui pasti ada trauma yang dialami jemaat gereja atas kejadian peledakan bom itu. Namun, dia mengimbau jemaat tidak takut untuk beribadah di gereja tersebut.

Baca Juga

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

Uskup Sibolga Bantah Terlibat dalam Ibadah Raya Paskah dari Kelompok Gereja Protestan; Minta Pencatutan Fotonya Ditarik Kembali

PGI Kecam Penyegelan Tempat Ibadah di Tangerang Usai Ibadah Jumat Agung

Romo Lorens Sopang: Rumah Keuskupan Merupakan Simbol Tanggung Jawab Besar Uskup

Dengan aktifnya kembali kegiatan gereja itu, Benar Ginting meminta Kepolisian tetap melakukan penjagaan dan pengamanan. Polisi telah menyanggupi untuk menambah jumlah personel yang menjaga gereja itu.

Diberitakan sebelumnya, pelaku melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep pada Minggu pagi, 28 Agustus 2016. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan.

Saat kejadian, diduga bom yang dibawa pelaku gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api. Pelaku pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor Albert Pandingan.

Jemaat pun panik. Beberapa di antara mereka berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan aksi pelaku. Beruntung bom tidak meledak dan pelaku pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan kepada polisi.

*Sesuai rekomendasi Dewan Pers, berita ini telah dikoreksi pada Senin, 26 Juni 2023, dengan mempertimbangkan kewajiban perlindungan terhadap anak.”

Edy/Katoliknews

Tags: bom di Gereja di MedanGereja St Yosef Medan
SendShare25Tweet9Send
Next Post
Eddy Chandra, Warga Paroki Ciledug Hadirkan ‘Rumah Inklusif’

Eddy Chandra, Warga Paroki Ciledug Hadirkan ‘Rumah Inklusif’

Ini Tindakan Darurat Gereja dan Pemerintah Italia Pasca Gempa

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net