Bogor, Katoliknews.com – Ketua Bidang Hubungan Antara Lembaga Pemuda Katolik (PK), Michelle Wondal mengatakan pentingnya pendidikan karakter bangsa untuk seluruh masyarakat Indonesia dimulai dari akar rumput. Menurutnya, masyarakat akar rumput menuntut para tokoh pemuda atau penggerak bangsa masuk ke masyarakat non-elit, tanpa diskriminasi serta menghormati perbedaan.
“Hanya dengan masuk ke kehidupan akar rumput, spirit dan mentalitas pemuda itu akan terasah dan terbukti apakah mereka bagian dari agent of change, agen perubahan, ataukah hanya sekedar pendompleng dari suatu perubahan. Hakekat pemuda adalah agent of chage dari suatu masa.”
“Oleh karena itu, dia harus mampu menanamkan nilai-nilai luhur bangsa yang terwujud dalam Pancasila pada akar rumput. Keberhasilan pemuda diukur dari kemampuannya untuk membawa akar rumput ke Cita-cita dan tujuan nasional bangsa Indonesia seperti tergambarkan dalam Pembukaan UUD NRI 1945,” katanya seperti diberitakan rmol.com Minggu 3 September 2017 dalam pembukaan masa penerimaan anggota (Mapenta) Pemuda Katolik di Bogor, Jawa Barat Sabtu, 2 September 2017.
Lebih lanjut Michelle juga menegaskan bahwa pendidikan karakter bangsa dimulai dengan menerima segala kekurangan akar rumput dan sekaligus membangun sikap hormat kondisi lingkungan sekitar. Jangan memulai penanaman karakter bangsa dari hotel mewah dengan segala fasilitas yang lengkap.
Dia juga mengajak para pemudi untuk masuk dalam organisasi pemuda agar semangat kepemudaan Indonesia lebih sejuk, anti kekerasan, menumbuhkan kasih sayang dan mampu menjadi pendengar yang baik bagi berbagai persoalan di akar rumput. Oleh karena itu, PK diminta untuk melihat kebawah dan memperhatikan akar rumput agar peka dalam menanggapi masalah, dan sekaligus membawa warna baru.
Sementara itu, Frederikus Tulis, Ketua Komda Jawa Barat menegaskan arah dan gerak Pemuda Katolik yang harus tetap sesuai dengan Gereja Katolik. PK tegasnya harus terus-menerus mengobarkan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus dijaga, dipelihara dan disebarkan ke semua masyarakat.
Oleh karena itu, kata Tulis, PK sebagai ormas resmi Gereja Katolik membutuhkan banyak pemuda dan pemudi Katolik mau terjun ke masyakarat untuk mengemban misi ikut menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
“Memulai dari akar rumput, dari lingkungan sekitar dalam penanaman kembali nilai-nilai Pancasila merupakan awal dari pembangunan karakter. Dan PK memulai dari kelompok terkecil dan berharap langkah ini akan diikuti oleh rekan-rekan pemuda dari organisasi lain,” ujarnya.
Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan Stefanus Gusma, Wakil Sekjen Bidang Luar Negeri Alfons B Say, dan Ketua Bidang Desa dan Daerah Tertinggal Yuristinus Oloan.
j-aR/Katoliknews



Discussion about this post