Selasa, April 14, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Pastor di Sri Lanka Gugat Perdana Menteri Karena Dianggap Lalai Cegah Bom Gereja

7 Juni 2019
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
Pastor di Sri Lanka Gugat Perdana Menteri Karena Dianggap Lalai Cegah Bom Gereja

Kondisi salah satu Gereja di Sri Lanka yang dibom pada Minggu Paskah, 21 April 2019. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Sejumlah imam di Sri Lanka menggugat beberapa pejabat tinggi karena dianggap melalaikan tanggung jawabnya, padahal mereka bisa saja mengambil tindakan untuk mencegah serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah lalu.

Gugatan itu dilayangkan ke Mahkamah Agung dan menyasar 13 pejabat publik, demikian laporan Ucanews.com pada 6 Juni 2019.

Perdana Menteri, Ranil Wickremesinghe menjadi salah satu yang digugat dengan tuduhan utama “melalaikan tugas dan melanggar hak asasi manusia.”

Para imam meyakini, andai saja para pejabat tinggi negara tersebut bereaksi saat muncul informasi dari intelijen India bahwa ada rencana serangan teror dari kelompok ekstremis Islam, maka rangkaian bom bunuh diri pada Minggu Paskah, 21 April yang menyasar tiga gereja dan tiga hotel mewah bisa dicegah.

Teror oleh kelompok yang berafiliasi dengan ISIS itu menewaskan 253 orang dan melukai lebih dari 500 orang.

Baca Juga

Kardinal Müller dan Schönborn: Penahbisan Perempuan dalam Gereja Katolik itu Mustahil

Paus Fransiskus Buka Jalan Beri Gelar Santo bagi Beato Carlo Acutis

Gereja Katolik dan Gereja Baptis Jadi Sasaran Serangan Udara Militer Myanmar di Negara Bagian Chin

Pemilu AS: Joe Biden yang Katolik Tidak Disukai Mayoritas Pemilih Katolik

Pastor Ashok Stephen, seorang pengacara, mengatakan Gereja sedang mencari keadilan bagi para korban dan keluarga mereka yang berduka.

“Banyak orang yang telah dirampas hak hidupnya karena kelalaian dan kegagalan pemerintah dan pejabat tinggi keamanan, meskipun ada laporan dari dinas intelijen India yang memperingatkan mereka tentang serangan teror itu,” kata Pastor Stephen, direktur eksekutif Centre for Society and Religion.

Ia mengatakan, serangan brutal itu telah menyebabkan banyak anak yang kehilangan orangtuanya dan banyak orangtua harus menyaksikan kematian anak-anak mereka.

Selain Pastor Stephen, dua orang lain yang mengajukan gugatan itu adalah Pastor Sarath Iddamalgoda, ketua Janawaboda Kendraya – sebuah lembaga yang fokus pada pengembangan pemikiran kritis dan Pastor Sherard Jayawardena dari Gerakan Solidaritas Kristiani.

Pastor Iddamalgoda mengatakan, keluarga mereka yang terluka atau menjadi saksi serangan Minggu Paskah sangat trauma, yang akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

“Bangsa ini harus menghadapi sejumlah konsekuensi sosial dan ekonomi yang telah berdampak serius pada banyak komunitas,” kata Pastor Iddamalgoda.

Menurut gugatan mereka, sejalan dengan laporan media yang membuat tuduhan yang sama, Pemerintah India memperingatkan badan intelijen Sri Lanka pada 4 April dan 11 April bahwa ada kemungkinan serangan teror.

Pastor Iddamalgoda, mengutip Pasal 126 (4) dari konstitusi, mengatakan negara tidak hanya secara moral tetapi juga secara hukum terikat untuk memberikan kompensasi kepada para korban dan keluarga mereka serta membayar ganti rugi untuk harta benda yang rusak. 

Tags: bom Gereja
SendShare8Tweet5Send
Next Post
Paus: Jangan Paksa Kaum Muda Masuk Seminari, Biarkan Mereka Menemukan Sendiri Jalan Panggilan

Paus: Jangan Paksa Kaum Muda Masuk Seminari, Biarkan Mereka Menemukan Sendiri Jalan Panggilan

Pastor: Agama Kerap ‘Dijual’ dalam Politik

Pastor: Agama Kerap ‘Dijual’ dalam Politik

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net