Selasa, Juni 23, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

Kardinal di Hong Kong Meminta Doa, Mengutuk Kekerasan

14 Juni 2019
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
Kardinal di Hong Kong Meminta Doa, Mengutuk Kekerasan

Aksi unjuk rasa di Hong Kong menentang rancangan undang-undang ekstradisi yang berubah menjadi rusuh. (Foto: Vaticannews.va)

Katoliknews.com – Protes besar-besaran berubah menjadi kekerasan di Hong Kong pekan ini, ketika para demonstran mencoba menyerbu gedung-gedung pemerintah untuk membatalakan wacana tentang rancangan undang-undang kontroversial yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan Cina.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa pada Rabu, 12 Juni. Tujuh puluh dua orang terluka, termasuk 21 petugas polisi.

Kardinal John Tong Hon, Administrator Apostolik Hong Kong mengatakan pada Kamis, 13 Juni bahwa tindakan kekerasan seharusnya tidak menjadi bagian dari aksi masyarakat.

“Jika orang-orang menggunakan kekerasan,” katanya, seperti dikutip Vaticannews.va, tindakan ini “harus dihukum.”

Kardinal itu berada di Roma Minggu ini menemani kelompok antaragama dalam kunjungan ke Vatikan.

Baca Juga

Vatikan dan para Uskup Jerman Melanjutkan Pembicaraan tentang Pemberkatan Pasangan Sesama Jenis

Serangan Kelompok Jihadis Hancurkan Gereja Katolik Bersejarah di Mozambik

Ini Lima Santo Pelindung untuk Hari Orang Muda Sedunia (WYD) 2027 di Korea Selatan

Israel Penjarakan Tentara karena Menghancurkan Patung Yesus di Lebanon

Dia mengatakan para pemimpin dari 6 agama telah membahas situasi ini dan menyetujui tiga hal.

Pertama, mereka menyerukan penghormatan terhadap kebebasan individu. “Jika [pengunjuk rasa] keluar untuk mengekspresikan pendapat mereka, mereka harus dihormati,” kata Kardinal Tong.

Kedua, para pemimpin agama Hong Kong tidak sepakat dengan kekerasan.

Kardinal Tong mengatakan itu adalah pendapat pribadinya bahwa kekerasan harus dikutuk. Namun kelompok antaragama, katanya, menyetujui perlunya menentang sikap kekerasan, termasuk “menyakiti orang lain dan melempari polisi dengan batu.”

BACA JUGA: Khawatir dengan Dampak RUU Ekstradisi, Pastor Asal Indonesia Ikut Demo di Hong Kong

Kardinal meminta rakyat Hong Kong “untuk berusaha menjaga stabilitas.”

Ketiga, kelompok antaragama – yang mewakili Katolik, Kristen Protestan, Konfusianisme, Taoisme, Budha, dan Islam – meminta pemerintah Hong Kong dan pengunjuk rasa untuk duduk bersama dan berbicara tentang masalah ini “sehingga melalui dialog kita mencoba mencapai konsensus” .

Tujuannya, kata Kardinal Tong, adalah untuk membantu Hong Kong “menjadi stabil” dan rakyat “menikmati kedamaian dan ketenangan.”

Kardinal Tong juga meminta semua umat Katolik berdoa untuk situasi di Hong Kong.

Tags: Kardinal John Tong HonRUU esktradisi Hong Kong
SendShare5Tweet3Send
Next Post
Paus Fransiskus: Media Membuat Citra Imigran Jadi Buruk

Paus Fransiskus: Orang Miskin Memungkinkan Kita Menemukan Wajah Kristus

Bangun Patung Bunda Maria, Pemkab di NTT Gelontorkan Dana Rp 16 Miliar

Bangun Patung Bunda Maria, Pemkab di NTT Gelontorkan Dana Rp 16 Miliar

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net