Katoliknews.com – Kardinal Angelo De Donatis, Vikaris Jenderal untuk Keuskupan Roma, dirawat di Rumah Sakit Gemelli Roma pada Senin, 31 Maret 2020 setelah dinyatakan positif Covid-19.
Kardinal itu, yang posisinya adalah sebagai wakil Paus Fransiskus dalam tugas di Keuskupan Roma, mengalami demam, tetapi kondisinya secara umum baik, dan dia telah mulai menjani terapi antivirus, demikian menurut Vaticannews.va.
Kardinal De Donatis, mengikuti prosedur yang berlaku untuk menghentikan penyebaran virus corona, dilaporkan jarang bertemu dengan stafnya di Istana Lateran baru-baru ini.
Sebagai tindakan pencegahan, orang-orang terdekatnya kini diisolasi.
Kardinal menyatakan bahwa dia belum ke Vatikan dalam beberapa hari terakhir dan menghubungi Paus hanya melalui telepon.
“Saya juga mengalami cobaan ini, saya merasa damai dan percaya diri,” kata Kardinal De Donatis.
“Saya mempercayakan diri saya pada Tuhan, dan pada doa kalian semua, umat Roma yang terkasih!”
Dia menambahkan, “Saya menjalani momen ini sebagai kesempatan yang diberikan Yang Ilahi kepada saya untuk berbagi dalam penderitaan dengan begitu banyak saudara dan saudari. Saya mempersembahkan doa saya untuk mereka, untuk seluruh komunitas keuskupan, dan untuk orang-orang di Kota Roma ”.
Sejak 11 Maret, Kardinal De Donatis merayakan Misa setiap malam di Sanctuary of Divine Love di Roma.
Misa disiarkan di saluran televisi Konferensi Uskup, TV2000 dan di halaman Facebook Keuskupan Roma.
Saat Misa pertama dari tempat itu, ia mengatakan, “penawar racun, terapi untuk penderitaan saat ini, adalah mempercayakan diri kepada tangan Tuhan. Kita ada di tangan-Nya, dan tidak ada yang dapat merobohkan kita dari-Nya ”.
Imam Katolik sangat terpengaruh oleh Covid-19.
Di Italia saja, puluhan imam sudah meninggal karena penyakit ini.
Pekan lalu, Uskup Angelo Moreschi, SDB Vikaris Vikaris Apostolik Ethiopia menjadi uskup pertama di dunia yang meninggal karena penyakit itu.
BACA: Mgr. Angelo Moreschi, SDB: Uskup Pertama yang Meninggal Karena Virus Corona
Sementara itu, Takhta Suci, dalam solidaritas dengan Italia mengibarkan bendera setengah tiang pada hari Selasa sebagai tanda berkabung.
Gerakan itu merupakan ekspresi kedekatan Gereja dengan para korban Covid-19 di Italia dan di seluruh dunia, serta keluarga mereka dan mereka yang dengan murah hati berjuang untuk mengakhiri pandemi ini.



Discussion about this post