Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Dunia

158 Yesuit di Seluruh Dunia Meninggal Karena Covid-19, Sepertiganya Orang India

Kematian karena Covid-19 ini telah mengikis jumlah Yesuit yang terus mengalami penurunan.

29 Juni 2021
in Dunia
Reading Time: 1 min read
Pandemi COVID-19 Renggut Nyawa Lebih dari 200 Imam di Italia

Seorang staf medis sedang bertugas menangani COVID-19 di Rumah Sakit Policlinico Tor Vergata di Roma, pada 5 Januari 2021. (Foto: Andreas Solaro/AFP)

Pandemi Covid-19 telah merengggut setidaknya 158 anggota Serikat Yesus (Yesuit) di seluruh dunia  selama setahun terakhir, sejak Juni 2020, di mana sepertiganya adalah Yesuit di India.

Hal itu terungkap dalam sebuah daftar yang diedarkan oleh Superior Jenderal SJ,  Pastor Arturo Sosa.

Imam itu mengatakan 50 dari mereka yang sudah meninggal adalah orang India dan dua orang Sri Lanka.

“Daftar ini panjang, dan akan lebih panjang lagi jika kami menambahkan nama semua kerabat kami yang telah mendahului kami,” kata Pastor Sosa dalam suratnya, seperti dilansir Licas.news, Senin, 28 Juni.

“Kita sekarang tahu bahwa pandemi ini masih jauh dari selesai, dan kita harus tetap waspada untuk mencegah penyebaran virus ke orang-orang di sekitar kita,” tambahnya dalam suratnya tertanggal 25 Juni.

Baca Juga

Trump Menolak Berdamai dengan Paus Leo XIV: Gedung Putih dan Vatikan Memanas

Kardinal Müller dan Schönborn: Penahbisan Perempuan dalam Gereja Katolik itu Mustahil

Paus Fransiskus Buka Jalan Beri Gelar Santo bagi Beato Carlo Acutis

Gereja Katolik dan Gereja Baptis Jadi Sasaran Serangan Udara Militer Myanmar di Negara Bagian Chin

India memiliki lebih dari 4.000 Yesuit dan menjadi kelompok terbesar di dunia.

Kematian karena Covid-19 ini telah mengikis jumlah Yesuit yang terus mengalami penurunan.

Pada 2018, Serikat Yesus memiliki 15.842 anggota, di mana 11.389 adalah imam dan 4.453 orang dalam formasi.

Jumlah ini berkurang 56 persen dari 36.038 pada tahun 1965, ketika keanggotaan tarekat itu mencapai puncaknya.

Pada September 2019, sebelum pandemi melanda dunia, Pastor Sosa memperkirakan bahwa pada tahun 2034 jumlah mereka akan berkurang menjadi sekitar 10.000, dengan usia rata-rata yang jauh lebih muda dan dengan pergeseran dari Eropa ke Amerika Latin, Afrika, dan India.

Pastor Sosa mengimbau provinsi, wilayah, dan komunitas kongregasi itu untuk berdoa khusus mengenang para korban Covid-19.

Tags: kematian karena Covid-19Yesuit
SendShare39Tweet24Send
Next Post
Paus Fransiskus Dukung Imam yang Beri Perhatian Khusus Bagi Kelompok LGBT

Paus Fransiskus Dukung Imam yang Beri Perhatian Khusus Bagi Kelompok LGBT

Kelompok Perempuan Dampingan Suster di Atambua Ikut Pelatihan Membuat Eco-Enzyme

Kelompok Perempuan Dampingan Suster di Atambua Ikut Pelatihan Membuat Eco-Enzyme

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net